Topik.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memasuki tahap awal persiapan pembangunan MRT Koridor Thamrin-Kwitang. Melalui Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap sejumlah lokasi dan bangunan yang berada di sekitar rencana jalur MRT sepanjang 1,76 kilometer tersebut.
Pendataan dilakukan di sejumlah titik di Jalan Kramat Kwitang dan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Petugas mendatangi lokasi untuk mengidentifikasi pihak maupun aset yang berpotensi terdampak pembangunan, sebelum proses pengadaan tanah memasuki tahapan berikutnya.
Pendataan Jadi Tahap Awal Pengadaan Tanah
Ketua Subkelompok Penanganan Pengaduan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta, Ebron Leonard Sirait, mengatakan pendataan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan MRT Koridor Thamrin-Kwitang.
Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan MRT melakukan pendataan terhadap pihak-pihak yang diperkirakan terkena dampak proyek. Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai lokasi serta pihak yang berkaitan dengan lahan yang nantinya masuk dalam rencana pembangunan.
Sebelum pendataan dimulai, pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pihak yang berpotensi terdampak. Sosialisasi menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan karena pembangunan koridor MRT tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui proses secara bertahap.
Segmen Thamrin-Kwitang Memiliki Panjang 1,76 Kilometer
Rencana MRT Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang memiliki panjang sekitar 1,76 kilometer. Jalur tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan jaringan transportasi massal berbasis rel di Jakarta.
Kawasan Thamrin, Kebon Sirih, Kramat Kwitang hingga Kwitang menjadi lokasi yang diperhatikan dalam persiapan proyek. Pendataan awal diperlukan sebelum proses pengadaan tanah dan pembangunan dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Bagi pemerintah daerah, persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan lahan untuk proyek transportasi dapat diidentifikasi sejak awal.
MRT Lintas Timur-Barat Hubungkan Bekasi dan Jakarta
Rencana pembangunan Thamrin-Kwitang tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari proyek MRT Lintas Timur-Barat. PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini tengah menjalankan proses lelang untuk sejumlah paket pekerjaan konstruksi koridor tersebut.
Lintas Timur-Barat dirancang menghubungkan kawasan Medan Satria di Bekasi hingga Tomang di Jakarta Barat. Pengembangan jaringan ini menjadi bagian dari rencana memperluas cakupan layanan MRT hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Salah satu bagian konstruksi yang masuk dalam proyek tersebut adalah jalur bawah tanah dari kawasan Bank Indonesia menuju Thamrin, Kebon Sirih, kemudian berlanjut ke Kwitang dan Senen.
Depo MRT Juga Disiapkan di Jakarta Timur
Selain jalur bawah tanah, pembangunan Lintas Timur-Barat mencakup rencana pembangunan depo di wilayah Jakarta Timur. Fasilitas tersebut akan menjadi bagian pendukung operasional jaringan MRT setelah koridor dibangun dan mulai beroperasi.
Proyek Lintas Timur-Barat ditargetkan mulai melayani masyarakat pada 2031. Ketika beroperasi, jalur tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 284.000 penumpang setiap hari.
Target tersebut menunjukkan besarnya kapasitas layanan yang disiapkan melalui pengembangan jaringan MRT lintas wilayah. Namun, sebelum mencapai tahap operasi, proyek harus melewati sejumlah tahapan pembangunan, termasuk persiapan lahan dan konstruksi.
Perpanjangan MRT Menuju Jakarta Kota Terus Berjalan
Di sisi lain, pengembangan jaringan MRT melalui Lintas Utara-Selatan juga terus dilakukan. Perpanjangan jalur menuju Jakarta Kota saat ini telah mencapai sekitar 63 persen.
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029. Kehadiran jalur menuju Jakarta Kota nantinya akan memperluas konektivitas MRT dengan kawasan pusat aktivitas ekonomi dan transportasi di ibu kota.
Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, pengembangan MRT Jakarta terus diarahkan untuk memperluas jaringan transportasi massal. Pendataan lahan di Koridor Thamrin-Kwitang menjadi salah satu tahapan awal sebelum pembangunan fisik segmen tersebut memasuki proses berikutnya.
