PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperoleh Penghargaan Primaniyarta 2026 dari Kementerian Perdagangan dalam kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur. Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam mendorong perdagangan internasional dan memperluas jangkauan produk manufaktur Indonesia di pasar global.
Penghargaan itu diserahkan kepada Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing ekspor sekaligus menjaga pasokan pupuk bagi kebutuhan pertanian nasional.
Ekspor Urea ke Australia Jadi Pencapaian Penting
Salah satu langkah strategis Pupuk Kaltim dalam memperluas pasar internasional adalah pengiriman urea ke Australia melalui skema Government to Government (G2G) pada Mei 2026.
Dalam pengiriman perdana tersebut, perusahaan mengirimkan 47.250 ton urea dari Bontang. Pengiriman itu merupakan bagian dari rencana ekspor bertahap dengan target mencapai 250.000 ton hingga akhir 2026.
Kerja sama tersebut juga menandai dimulainya kolaborasi pemerintah Indonesia dan Australia untuk memperkuat rantai pasok pupuk di kawasan Asia Pasifik.
Andik menyampaikan bahwa ekspansi ekspor merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memanfaatkan kapasitas produksi secara optimal. Meski demikian, peningkatan penjualan ke luar negeri tetap harus berjalan seimbang dengan kewajiban memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.
Menurutnya, efisiensi operasional, mutu produk, serta kesiapan distribusi menjadi faktor penting agar perusahaan mampu bersaing di pasar global tanpa mengabaikan dukungan terhadap sektor pertanian Indonesia.
Produksi Pupuk Kaltim Capai Jutaan Ton
Hingga 30 September 2026, Pupuk Kaltim mencatatkan realisasi produksi yang mencakup sejumlah produk utama. Produksi amonia mencapai 2.171.024 ton atau 79,23 persen dari target, sedangkan urea mencapai 2.812.801 ton atau 81,29 persen.
Untuk produk NPK, realisasi produksi tercatat sebanyak 263.457 ton atau 82,07 persen dari target. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas produksi perusahaan tetap berjalan untuk menopang kebutuhan sektor pertanian dan industri.
Selain menjaga kinerja produksi, perusahaan juga memastikan ketersediaan pupuk menjelang musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027.
Stok Pupuk Disiapkan untuk Musim Tanam
Pupuk Kaltim melaporkan stok di gudang produsen lini I berada dalam kondisi aman, dengan jumlah lebih dari 245.000 ton. Persediaan itu terdiri atas 236.417 ton urea dan 8.658 ton NPK.
Kesiapan stok tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran pasokan bagi kebutuhan petani. Perusahaan berupaya menyelaraskan kegiatan produksi dan ekspor agar tidak mengesampingkan kebutuhan domestik.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto, turut mengapresiasi para penerima Primaniyarta 2026. Ia menilai kontribusi pelaku usaha diperlukan untuk memperkuat ekspor nasional, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas daya saing Indonesia di pasar internasional.
Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pupuk Kaltim untuk melanjutkan pengembangan pasar ekspor sekaligus mempertahankan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.









