Saham

BEI Cabut Suspensi Saham RATU dan BSWD Mulai Hari Ini 3 November, Investor Bisa Kembali Bertransaksi

BEI membuka kembali perdagangan saham RATU dan BSWD mulai sesi I Selasa 3 November 2026 setelah sebelumnya dihentikan akibat pergerakan harga signifikan.

BEI Cabut Suspensi Saham RATU dan BSWD Mulai Hari Ini 3 November, Investor Bisa Kembali Bertransaksi
Foto: Dok. EmitenNews

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengizinkan perdagangan saham PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mulai Selasa, 3 November 2026. Keputusan tersebut mengakhiri penghentian sementara perdagangan atau suspensi terhadap kedua emiten yang sebelumnya mengalami pergerakan harga signifikan.

Pembukaan suspensi berlaku sejak sesi I perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai. Dengan kebijakan ini, investor sudah dapat kembali melakukan transaksi atas saham BSWD dan RATU, termasuk waran terstruktur yang berkaitan dengan RATU.

Perdagangan BSWD dan RATU Kembali Dibuka

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan keputusan pembukaan suspensi melalui keterbukaan informasi pada Selasa (3/11/2026).

BEI menetapkan saham BSWD dan RATU dapat diperdagangkan kembali setelah sebelumnya masuk dalam pengawasan bursa akibat perubahan harga kumulatif yang dinilai signifikan. Penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan untuk merespons pergerakan saham yang dinilai perlu mendapat perhatian investor.

Saham BSWD lebih dahulu dihentikan perdagangannya pada 21 Oktober 2026. Sementara itu, suspensi terhadap saham RATU baru diberlakukan pada 2 November 2026.

Kedua saham tersebut memiliki riwayat pergerakan harga yang berbeda. BSWD mengalami kenaikan tajam, sedangkan RATU justru mencatat penurunan besar dalam periode pengamatan yang sama.

Pergerakan Harga BSWD dan RATU Sebelum Suspensi

Berdasarkan data yang disampaikan, saham BSWD telah melonjak 124,31% dalam kurun satu bulan terakhir. Jika dihitung sejak awal tahun atau year to date (YTD), kenaikannya mencapai 850%.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu alasan saham BSWD masuk dalam penghentian sementara perdagangan. BEI melakukan langkah pengawasan untuk memberikan kesempatan kepada investor mencermati perkembangan harga sebelum kembali mengambil keputusan transaksi.

Berbeda dengan BSWD, saham RATU mengalami tekanan cukup dalam. Harganya tercatat merosot 52,5% selama satu bulan terakhir. Sementara sejak awal 2026, penurunan saham tersebut mencapai 80,3%.

Perbedaan arah pergerakan kedua saham memperlihatkan bahwa kebijakan suspensi tidak hanya diterapkan ketika harga mengalami lonjakan. Penurunan kumulatif yang signifikan juga dapat menjadi pertimbangan bursa untuk menghentikan perdagangan sementara.

BEI Ingatkan Investor Perhatikan Keterbukaan Informasi

Yulianto menjelaskan bahwa suspensi merupakan bagian dari upaya cooling down untuk memberikan perlindungan kepada investor. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar pelaku pasar memiliki waktu untuk mengevaluasi informasi yang tersedia sebelum menentukan langkah investasi.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (3/11/2026).

BEI juga meminta seluruh pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang diterbitkan masing-masing perusahaan. Informasi resmi dari emiten dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menilai kondisi perusahaan maupun perkembangan sahamnya setelah perdagangan kembali dibuka.

Pencabutan suspensi tidak menghilangkan risiko perubahan harga. Investor tetap perlu memperhatikan informasi terbaru dan mempertimbangkan kondisi pasar sebelum melakukan transaksi terhadap BSWD maupun RATU.