Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) ke dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA) pada Kamis (29/10/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul pergerakan harga dan aktivitas transaksi kedua saham yang dinilai berada di luar pola biasanya.
Koreksi harga yang terjadi dalam sebulan terakhir maupun sejak awal tahun menjadi perhatian pelaku pasar. Saham FILM tercatat turun 44,6% dalam satu bulan dan merosot 97,6% secara year to date (YTD). Sementara itu, saham COIN melemah 55,4% dalam sebulan terakhir dan terkoreksi 91,3% sejak awal tahun.
BEI Mencermati Pergerakan Transaksi FILM dan COIN
Dalam pengumumannya, BEI menyampaikan bahwa penetapan UMA tidak otomatis menandakan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di bidang pasar modal. Status tersebut merupakan bagian dari pengawasan bursa terhadap saham yang menunjukkan aktivitas perdagangan di luar kebiasaan.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI dalam keterangan pada Kamis (29/10/2026).
Bursa juga menjelaskan bahwa pola transaksi saham FILM dan COIN saat ini masih dalam proses pencermatan. Pengawasan dilakukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas perdagangan serta menilai pergerakan saham yang menjadi perhatian tersebut.
Masuknya kedua saham dalam radar UMA tidak serta-merta berarti perdagangan dihentikan. Investor tetap perlu mengikuti pengumuman resmi BEI untuk mengetahui perkembangan pengawasan dan informasi terbaru terkait masing-masing emiten.
Saham FILM dan COIN Mengalami Koreksi Tajam
Berdasarkan data yang disampaikan, saham FILM mengalami penurunan 44,6% selama satu bulan terakhir. Jika dihitung sejak awal 2026, koreksinya mencapai 97,6%. Pergerakan tersebut menunjukkan pelemahan harga yang sangat besar dalam periode berjalan.
Di sisi lain, saham COIN juga mencatat penurunan signifikan. Harga saham perusahaan tersebut terkoreksi 55,4% dalam sebulan terakhir, sedangkan penurunannya sejak awal tahun mencapai 91,3%.
Angka tersebut menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan investor ketika mengevaluasi perkembangan kedua saham. Meski demikian, pengumuman UMA saja tidak dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran atau menjelaskan seluruh penyebab penurunan harga.
BEI Ingatkan Investor Periksa Keterbukaan Informasi
Seiring pengumuman UMA, BEI meminta investor memperhatikan tanggapan emiten atas permintaan konfirmasi dari bursa. Investor juga diharapkan menelaah kinerja perusahaan dan informasi yang telah disampaikan secara terbuka kepada publik.
Selain itu, pelaku pasar diminta mengkaji kembali rencana aksi korporasi atau corporate action, terutama apabila rencana tersebut belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
BEI turut mengingatkan investor agar mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat muncul sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan mencermati keterbukaan informasi dan perkembangan transaksi, investor dapat mengevaluasi risiko secara lebih menyeluruh di tengah volatilitas saham FILM dan COIN.









