— PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mendorong perubahan cara pandang terhadap fungsi jalan tol di Indonesia. Infrastruktur tersebut tidak hanya berperan mempercepat perjalanan, tetapi juga menjadi penghubung kegiatan industri, distribusi barang, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi antardaerah.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan pandangan tersebut dalam Investor Daily Summit 2026 di Raffles Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia menilai, manfaat jaringan tol dapat ditingkatkan melalui penyelarasan data, tata kelola, serta kebijakan lintas lembaga agar pergerakan orang dan barang berlangsung lebih efisien.

Jaringan Tol Berperan sebagai Penggerak Ekonomi

Jasa Marga saat ini mengelola jaringan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer, dengan sebagian besar berada di Pulau Jawa. Menurut Rivan, konektivitas yang terbentuk melalui jaringan tersebut ikut mendukung perkembangan wilayah yang dilintasi.

Ia mencontohkan perjalanan Jakarta-Surabaya yang sebelumnya bisa membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, kini dapat ditempuh dalam satu hari. Perubahan waktu tempuh turut membuka peluang bagi layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP), aktivitas perdagangan, serta sektor pariwisata.

Rivan menyebut peran jalan tol kini perlu bergeser dari sekadar koridor transportasi menjadi koridor ekonomi. Artinya, keberadaan infrastruktur harus memberikan dampak lebih luas terhadap kegiatan usaha dan hubungan ekonomi antarwilayah.

Integrasi Sistem Dibutuhkan untuk Menangani Kendaraan ODOL

Selain meningkatkan konektivitas, Jasa Marga menyoroti perlunya pengawasan kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan atau Over Dimension Over Load (ODOL). Rivan mendorong pemberian insentif bagi kendaraan yang mematuhi aturan sekaligus integrasi sistem jembatan timbang Weigh In Motion (WIM) di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Danantara.

Namun, penerapan integrasi masih menghadapi kendala berupa belum seragamnya standar data, tata kelola kelembagaan yang terpisah, serta kebijakan yang belum sejalan.

JMTC Manfaatkan AI untuk Memantau Jalan Tol

Untuk mendukung operasional, Jasa Marga telah mengembangkan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan machine learning.

Fasilitas tersebut didukung lebih dari 3.500 CCTV, 246 radar, 28 kamera pemantau kecepatan, 509 perangkat GPS, tujuh unit WIM, serta layanan One Call Center 133. Perangkat itu membantu pemantauan kondisi jalan dan lalu lintas, meski integrasi dengan sistem pihak lain masih diperlukan.

Data Terpadu untuk Memperlancar Distribusi Barang

Integrasi data juga dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan arus kendaraan setelah pembukaan jalan tol Probolinggo-Situbondo. Kendaraan yang tiba lebih cepat di Pelabuhan Ketapang perlu dikelola agar tidak memicu penumpukan.

Rivan menilai sistem supply chain intelligence dapat membantu memantau pergerakan barang di sepanjang rantai pasok. Dengan dukungan data yang saling terhubung, distribusi diharapkan lebih terukur, waktu perjalanan berkurang, dan biaya logistik dapat ditekan.