— PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan perkembangan skala bisnis di tengah persaingan industri fast moving consumer goods (FMCG) yang semakin ketat. Perseroan naik tiga peringkat dalam FORTUNE Indonesia 100 2026 dan kini berada di posisi ke-32.

Pemeringkatan tersebut menggunakan kinerja perusahaan sepanjang tahun fiskal 2025. Pada periode tersebut, Mayora membukukan pendapatan Rp38,68 triliun dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,87 triliun. Angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas bisnis perseroan di sektor makanan dan minuman.

Mayora Masuk Kelompok Perusahaan Berpendapatan Besar

FORTUNE Indonesia 100 merupakan daftar tahunan yang memuat perusahaan dengan pendapatan terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja tahun fiskal masing-masing perusahaan. Untuk edisi 2026, ambang batas pendapatan perusahaan yang masuk daftar mencapai Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja 2025.

Kenaikan posisi Mayora dari edisi sebelumnya menunjukkan adanya perubahan peringkat di antara perusahaan-perusahaan yang tercatat dalam daftar tersebut. Dengan pendapatan Rp38,68 triliun, Mayora berada dalam kelompok korporasi dengan skala pendapatan besar di Indonesia.

Dari sisi neraca, Mayora membukukan total aset Rp31,38 triliun pada 2025. Sementara itu, liabilitas tercatat Rp13,02 triliun dan ekuitas mencapai Rp18,36 triliun.

Persaingan FMCG Mendorong Efisiensi

Bisnis FMCG memiliki karakteristik perputaran produk yang cepat sehingga perusahaan perlu menyesuaikan produksi dengan perubahan permintaan. Kondisi ini membuat pengelolaan biaya menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kinerja ketika harga bahan baku mengalami perubahan.

Dalam laporan tahunannya, Mayora mencatat tingginya harga sejumlah bahan baku serta persaingan dengan perusahaan lokal dan multinasional sebagai tantangan selama 2025. Faktor tersebut berjalan bersamaan dengan perubahan preferensi konsumen dan kondisi daya beli.

Situasi itu membuat pertumbuhan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan penjualan. Perusahaan juga perlu menjaga efisiensi produksi, distribusi, serta pengelolaan biaya agar kenaikan skala usaha tetap dapat dikelola.

Mayora Perkuat Portofolio Produk

Perubahan pola konsumsi turut menjadi perhatian Mayora dalam mempertahankan posisi produknya di pasar. Sepanjang 2025, perseroan menyebut telah meluncurkan lebih dari 10 produk baru untuk menjangkau kebutuhan konsumen dari berbagai segmen.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio. Bagi perusahaan FMCG, keberagaman produk dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menyesuaikan penawaran ketika selera dan kebutuhan konsumen mengalami perubahan.

Pada saat yang sama, Mayora perlu memperhitungkan keseimbangan antara harga jual dan biaya produksi. Kenaikan biaya bahan baku berpotensi memberikan tekanan terhadap margin apabila tidak diimbangi dengan efisiensi operasional maupun penyesuaian harga.

Teknologi dan Distribusi Jadi Bagian Strategi

Mayora menyatakan efisiensi terus dilakukan melalui pengelolaan biaya dan operasional. Pemanfaatan teknologi dalam proses kerja menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan produktivitas.

Investasi pada teknologi produksi dan optimalisasi jaringan distribusi juga diarahkan untuk menjaga kelancaran aktivitas perusahaan. Langkah tersebut menjadi penting mengingat produk Mayora tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga dikirim ke berbagai negara.

Head of Investor Relations PT Mayora Indah Tbk Baskoro Santoso mengatakan posisi Mayora dalam FORTUNE Indonesia 100 menggambarkan skala usaha yang dibangun perusahaan selama hampir lima dekade.

Menurut Baskoro, tantangan perseroan ke depan bukan sekadar memperbesar bisnis, tetapi menjaga pertumbuhan tersebut di tengah perubahan industri. Fokus perusahaan mencakup inovasi produk, efisiensi proses, perluasan pasar, serta penguatan daya saing.

Saat ini, produk Mayora telah menjangkau lebih dari 100 negara. Jangkauan tersebut membuka pasar yang lebih luas, sekaligus membuat perseroan perlu menghadapi perubahan permintaan, biaya, dan dinamika konsumen di berbagai wilayah.

Kenaikan peringkat dalam FORTUNE Indonesia 100 2026 pun menjadi salah satu indikator perkembangan skala usaha Mayora. Setelah mencatat pendapatan Rp38,68 triliun pada 2025, perseroan masih menghadapi tantangan untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjaga efisiensi di tengah persaingan FMCG.