— PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mulai memperluas penerapan teknologi rendah emisi dalam aktivitas logistik di kawasan smelter Morosi, Sulawesi Tenggara. Perusahaan secara bertahap mengalihkan penggunaan sejumlah kendaraan alat berat dan material handling menuju sumber tenaga listrik sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi operasional.

Langkah tersebut diarahkan untuk menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus menciptakan kondisi kerja yang lebih kondusif. Program elektrifikasi VDNI juga ditempatkan sebagai bagian dari transformasi logistik hijau yang dikembangkan perusahaan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengurangan emisi pada industri nikel.

VDNI Operasikan Puluhan Kendaraan Bertenaga Listrik

Implementasi elektrifikasi dilakukan pada berbagai jenis kendaraan yang menunjang kegiatan operasional di kawasan smelter. Armada tersebut mencakup excavator, loader, dan dump truck yang digunakan untuk sejumlah kebutuhan logistik.

Kendaraan listrik tersebut antara lain membantu proses pengangkutan bahan baku, persiapan material untuk produksi feronikel, hingga aktivitas pencampuran batu bara yang digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Hingga saat ini, VDNI telah mengoperasikan 69 unit kendaraan alat berat dan material handling berbasis listrik. Jumlah tersebut terdiri dari 16 unit excavator dan 13 unit loader dengan nilai investasi sekitar Rp45 miliar.

Selain armada milik perusahaan, terdapat pula 40 unit dump truck yang dioperasikan pihak eksternal. Kendaraan tersebut mendukung pengangkutan bijih nikel dan batu bara dari jetty menuju kawasan smelter untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku.

Elektrifikasi Jadi Bagian Strategi Dekarbonisasi

Corporate Affairs Manager VDNI Adam Rumanda mengatakan perusahaan memiliki arah yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan emisi karbon industri. Menurut dia, efisiensi energi dan pengurangan emisi menjadi bagian penting dalam strategi dekarbonisasi di Smelter Morosi.

Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah Low-Carbon Electricity & Electrification. Penerapan teknologi tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional kawasan smelter.

Program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Dalam Decarbonization Roadmap of Indonesia Nickel Industry yang disusun Kementerian PPN/Bappenas, terdapat target penurunan emisi industri nikel hingga 81% pada 2045 melalui sejumlah langkah transformasi.

Kendaraan Listrik Kurangi Emisi Langsung

Penggunaan alat berat bertenaga listrik memiliki perbedaan dibandingkan armada berbahan bakar fosil, terutama karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung ketika kendaraan beroperasi.

Selain aspek emisi, kendaraan listrik juga memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah. Karakteristik tersebut dinilai dapat memberikan manfaat terhadap kondisi lingkungan kerja di sekitar kawasan operasional smelter.

Bagi VDNI, elektrifikasi bukan hanya berkaitan dengan penggantian sumber tenaga kendaraan. Perusahaan memandang langkah tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung operasional yang lebih rendah emisi sekaligus menjaga lingkungan di sekitar kawasan industri.

VDNI Siapkan Pengembangan Armada Listrik

VDNI menyatakan transformasi logistik hijau akan terus dikembangkan. Perusahaan berencana meningkatkan penggunaan alat berat dan material handling berbasis listrik dengan dukungan sumber energi terbarukan.

Pengembangan tersebut akan dibarengi dengan pembangunan fasilitas pengisian dan penggantian baterai. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan optimalisasi jadwal operasional kendaraan listrik agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih terstruktur.

Sebagai perusahaan yang berada di bawah pengelolaan China First Heavy Industries (CFHI), VDNI akan mengembangkan teknologi dan peralatan rendah emisi secara bertahap dengan tetap menyesuaikan karakteristik operasional di kawasan smelter.

Target Pengurangan Emisi hingga 2027

Adam Rumanda menyebut elektrifikasi armada menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong operasional smelter yang lebih hijau. VDNI menargetkan program tersebut dapat memberikan dampak terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.

Perusahaan memperkirakan inisiatif elektrifikasi yang dijalankan dapat membantu mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton pada akhir 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari langkah VDNI dalam mendukung agenda dekarbonisasi industri dan pembangunan berkelanjutan. Pengembangan kendaraan listrik, fasilitas pendukung, serta pengelolaan operasional menjadi rangkaian strategi yang akan terus dilakukan secara bertahap di Smelter Morosi.