Topik.id — Sejumlah saham emiten rokok mengalami tekanan berat dan terpuruk ke zona merah di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sejam pertama perdagangan Selasa (15/9/2026). Pergerakan negatif tersebut bahkan menyeret saham-saham tembakau itu masuk ke dalam jajaran top losers di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI, IHSG tercatat melemah 45,28 poin atau 0,69% ke posisi 6.489,4. Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks bergerak fluktuatif di rentang 6.461 hingga 6.549.
Aktivitas perdagangan pada jam pertama mencatatkan volume sebesar 10,47 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,68 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 607.699 kali.
Sebanyak 312 saham terpantau menguat, sementara 271 saham mengalami koreksi, dan 198 saham lainnya berada dalam posisi stagnan. Di sisi lain, kelompok saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 ikut tertekan sebesar 0,92%.
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia sendiri terpantau bervariasi. Indeks Nikkei di Jepang menguat 0,93% dan Shanghai di China naik 0,11%. Sebaliknya, Straits Times di Singapura merosot 1,07% dan Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,17%.
Saham Emiten Rokok Masuk Daftar Top Losers
Tekanan jual yang tinggi membuat kelompok saham emiten rokok mengalami kejatuhan signifikan dan mendominasi daftar saham dengan penurunan terdalam atau top losers.
Pelemahan ini dialami oleh PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang ambles 6,71% ke level Rp 17.725 per saham. Nasib serupa juga menimpa PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang anjlok 6,05% menjadi Rp 1.375, serta PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang jatuh 5,56% ke posisi Rp 680.
Kendati demikian, dinamika pasar yang beragam pada saat bersamaan turut mencatatkan lonjakan tajam pada beberapa saham lain yang memimpin daftar top gainers dengan kenaikan melampaui 21%.
Tiga saham yang memimpin penguatan tersebut meliputi PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang meroket 30,1% ke Rp 134, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang melesat 23,76% ke Rp 625, serta PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) yang menanjak 21,83% ke level Rp 240.
