Topik.id — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan kemitraan secara permanen terhadap seorang pengemudi GoCar. Keputusan ini diambil setelah sang pengemudi kedapatan memaki serta menurunkan penumpangnya di tengah jalan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Head of Media Relations GoTo Group, Amanda Valani, mengonfirmasi tindakan pemutusan mitra secara permanen tersebut.
“Betul (sudah dilakukan pemutusan mitra). Statement resmi Gojek sudah kami sampaikan di akun kreator tersebut,” katanya saat dikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp, Selasa (15/9/2026).
Pihak manajemen menyatakan bahwa pengemudi terbukti melanggar standar pelayanan yang berlaku berdasarkan hasil investigasi internal.
“Seperti yang telah kami sampaikan melalui percakapan kita, berdasarkan hasil investigasi, mitra driver yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan Gojek. Kami telah mengambil tindakan tegas berupa Putus Mitra (PM),” bunyi pernyataan pihak GoTo.
Tindakan tegas aplikator ini menyusul viralnya rekaman video dugaan pelecehan verbal atau harassment di media sosial Threads dan Instagram melalui akun @desifyul. Peristiwa yang dialami pemilik akun bersama seorang rekannya itu terjadi pada Jumat (11/9/2026).
Kronologi Kejadian di Tebet
Berdasarkan unggahan video @desifyul, permasalahan bermula ketika ia bersama rekannya memesan layanan GoCar fitur Hemat untuk perjalanan dari Stasiun Tebet menuju kawasan Hangtuah.
Ketegangan awal muncul tatkala korban mencoba menelepon pengemudi untuk mengonfirmasi posisi kendaraan.
“Permasalahannya bermulai dari gue telepon dia, mau ambil orderan enggak. Habis itu dia ditelepon udah agak nyolot dengan bilang, ‘Lihat aja di Maps, kan gue lagi jalan ke sana’,” ujar korban dalam video.
Suasana semakin memanas sesampainya penumpang di dalam mobil. Pengemudi menunjukkan ketidaksenangannya dan mengeluhkan besaran tarif dari fitur layanan hemat yang diterimanya.
“Ini udah pakai GoCarnya yang hemat, gue cuma dapat berapa, aturan enggak usah banyak ribet,” ucap pengemudi tersebut sebagaimana ditirukan korban.
Perdebatan di kabin mobil berujung pada permintaan pengemudi agar penumpang membatalkan pesanan dan turun di tengah jalan. Lokasi penurunan berada tidak jauh dari titik penjemputan awal.
“Dituruninnya tuh belum jauh dari Stasiun Tebet, baru mau naik ke arah Flyover Kokas, persisnya nama tempatnya enggak ngeh, tapi dekat plang jalan ke atas Kokas,” ungkap pemilik akun @desifyul saat dikonfirmasi.
Dalam rekaman video, pengemudi terdengar melontarkan makian sembari menunjuk-nunjuk penumpang di dalam kendaraan.
“Lama-lama bikin kesel aja,” kata pengemudi kepada penumpang.
Pelaku juga meneriakkan kata-kata kasar ketika korban bersiap keluar dari mobil.
“Ya lu gua udah bilang, cancel-cancel! Tadi di telepon ‘Cabut, cabut, cabut, cabut! Cabut! Cabut!'” teriak pengemudi.
Merasa terancam oleh tindakan tersebut, kedua penumpang wanita itu memilih keluar dari kendaraan dan mendokumentasikan pelat nomor mobil pelaku.
Sorotan terhadap Sistem Tarif Hemat
Selepas insiden tersebut, korban mendapatkan bantuan dari pengemudi ojek online lain di sekitar lokasi yang menganjurkannya untuk melapor kepada pihak aplikator.
Lewat unggahannya, korban tidak hanya mendesak penindakan terhadap oknum pengemudi, tetapi juga menyoroti sistem tarif fitur Hemat pada aplikasi transportasi online yang dinilai menjadi akar masalah.
Korban menilai sistem tarif tersebut merugikan kedua belah pihak, baik dari sisi pengemudi maupun pengguna.
“Gue pengin banget semua aplikasi online tolong kaji ulang sistem tarif lu ke driver, terutama di fitur hemat, karena itu bukan merugikan driver aja, tapi juga merugikan gue sebagai customer,” tegas korban.
Korban juga memastikan bahwa dirinya tidak pernah menjalin komunikasi kembali dengan pengemudi yang bersangkutan sejak peristiwa itu terjadi.
“Saya tidak terhubung dengan driver sama sekali (setelah kejadian),” pungkasnya.
