— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat, 18 September 2026, dengan penguatan signifikan. IHSG naik 50,14 poin atau 0,78 persen ke level 6.512,57, mengikuti sentimen positif yang juga terlihat di mayoritas pasar saham global.

Penguatan indeks terjadi seiring kenaikan berbagai kelompok sektor di pasar domestik. Saham energi, material dasar, industri, barang konsumer primer, properti, teknologi, keuangan, hingga infrastruktur turut bergerak menguat. Sejumlah saham dengan keterkaitan terhadap Haji Isam juga mencatat kenaikan tajam pada awal perdagangan.

IHSG Kembali Bergerak Di Atas Level 6.500

Kenaikan IHSG pada awal sesi perdagangan membawa indeks kembali berada di atas level psikologis 6.500. Penguatan tersebut melanjutkan tren rebound yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Pada Kamis, 17 September 2026, IHSG ditutup naik 25,58 poin atau 0,40 persen menjadi 6.462. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.418 hingga 6.500 dengan nilai transaksi saham mencapai Rp11,51 triliun.

Pergerakan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup kuat setelah IHSG sebelumnya mengalami tekanan. Pada sesi pembukaan Jumat, penguatan kembali berlanjut dengan kenaikan lebih dari 50 poin.

BYAN Melonjak Hampir 20 Persen

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu perhatian utama pada perdagangan pagi ini. Harga saham BYAN melonjak 19,96 persen menjadi Rp13.825 per saham.

Kenaikan BYAN terjadi setelah pasar mencermati rencana pengalihan 10.000.000.500 saham atau sekitar 30 persen saham perseroan kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Jhonlin Group yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Transaksi pengalihan saham tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement pada 16 September 2026. Penyelesaiannya masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

TEBE Ikut Menguat Tajam

Selain BYAN, saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam juga mencatat penguatan. Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 15 persen menjadi Rp2.270 per saham pada awal perdagangan Jumat.

Kinerja tersebut melanjutkan penguatan signifikan sehari sebelumnya. Pada perdagangan Kamis, saham TEBE melonjak 18,73 persen hingga ditutup di level Rp1.965.

Pergerakan TEBE menjadi salah satu bagian dari penguatan sejumlah saham yang mencatat kenaikan tinggi di tengah rebound IHSG.

Sejumlah Saham Lain Turut Menguat

Di luar BYAN dan TEBE, saham APII juga mencatat lonjakan 21,36 persen menjadi Rp252. Sementara itu, ASLI melesat 11,28 persen ke posisi Rp430 per saham.

Penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya juga diikuti sejumlah saham dengan kenaikan besar. AYLS menguat hingga auto reject atas (ARA) sebesar 34,69 persen menjadi Rp198, sedangkan ASPI naik 24,51 persen ke Rp635.

Saham FILM turut mencatat kenaikan 16,18 persen menjadi Rp790 dan SINI menguat 16,06 persen ke Rp16.800.

Hampir Seluruh Sektor Menopang Penguatan

Pada perdagangan Kamis, mayoritas sektor saham berada di zona positif. Sektor energi menguat 1,17 persen, material dasar 0,37 persen, industri 0,82 persen, konsumer nonprimer 0,88 persen, dan konsumer primer 1,63 persen.

Sektor teknologi naik 0,67 persen, infrastruktur 0,54 persen, transportasi 0,62 persen, properti 0,20 persen, sedangkan sektor keuangan menguat 0,22 persen.

Kondisi tersebut menjadi pijakan awal bagi pergerakan IHSG pada Jumat, ketika indeks kembali mencatat penguatan pada pembukaan perdagangan.