Market

Lima Cara Menjual Emas agar Keuntungan Lebih Optimal

Harga emas berfluktuasi dan terkoreksi. Simak lima strategi menjual emas, mulai dari memantau buyback hingga menghindari panic selling.

Lima Cara Menjual Emas agar Keuntungan Lebih Optimal
Ilustrasi Emas Batangan (Sumber: Pegadaian)

Investor perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar harga emas harian sebelum menjual asetnya. Harga buyback, target keuntungan, dan kondisi pasar juga perlu diperhatikan agar keputusan menjual lebih terukur di tengah fluktuasi harga.

Pergerakan emas dipengaruhi faktor global, domestik, dan sentimen pasar. Dalam tren terkini, volatilitas juga terlihat dalam rentang mingguan maupun bulanan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode kedua Oktober 2026. Keduanya tercatat turun dibandingkan periode pertama bulan yang sama.

IndikatorPeriode I Oktober 2026Periode II Oktober 2026Perubahan
HPE emasUS$ 139.409,07 per kilogramUS$ 135.024,36 per kilogramTurun 3,15%
HR emasUS$ 4.336,11 per troy ounceUS$ 4.199,73 per troy ounceTurun

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menyebut penguatan nilai tukar mata uang utama global dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional sebagai faktor penurunan tersebut.

“Penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Oktober 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional,” jelas Tommy Andana, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag dalam keterangan pers.

Koreksi harga dapat membuat investor ragu menentukan waktu penjualan. Mengutip Pegadaian pada Jumat (23/10/2026), berikut sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan hasil penjualan emas.

Strategi menjual emas

  1. Pantau harga secara berkala

    Periksa harga emas setiap hari, termasuk harga jual kembali atau buyback. Dengan membandingkannya terhadap harga pembelian, investor dapat melihat apakah nilai yang ditawarkan sudah lebih tinggi dari modal awal.

  2. Tentukan target keuntungan

    Tetapkan sasaran sebelum menjual, misalnya ketika nilai investasi meningkat 15–20%. Target yang jelas membantu keputusan tetap objektif dan tidak mudah berubah akibat fluktuasi pasar jangka pendek.

  3. Bandingkan harga buyback

    Setiap penyedia layanan menetapkan harga buyback sendiri. Selisih penawaran dapat mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per gram, bergantung pada kebijakan masing-masing lembaga. Karena itu, bandingkan harga dari beberapa tempat sebelum memilih penawaran.

  4. Simpan sertifikat dan bukti pembelian

    Dokumen tersebut menjadi bukti keaslian emas. Jika tidak menyertakannya, investor mungkin menerima penawaran harga yang lebih rendah ketika menjual.

  5. Hindari panic selling

    Koreksi dalam jangka pendek merupakan bagian dari fluktuasi harga emas. Jangan menjual semata-mata karena khawatir harga terus turun, sebab keputusan emosional dapat membuat investor kehilangan kesempatan meraih keuntungan lebih besar saat harga kembali pulih.