Nasional

Mengenal Arti Desil 6-10 dalam Bansos dan Bedanya dengan Desil 1-5

Ketahui arti desil 6-10 dalam bansos, perbedaannya dengan desil 1-5, peluang menerima bantuan, dan cara mengecek status desil.

Mengenal Arti Desil 6-10 dalam Bansos dan Bedanya dengan Desil 1-5

Desil 6-10 dalam bantuan sosial (bansos) merupakan kelompok keluarga yang berada pada separuh tingkat kesejahteraan tertinggi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini memiliki peringkat kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan keluarga yang masuk desil 1-5 sehingga tidak menjadi prioritas dalam penyaluran bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pengelompokan desil digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran program perlindungan sosial berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan suatu keluarga dalam pemeringkatan. Sebaliknya, angka desil yang lebih besar menunjukkan posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi.

Namun, masyarakat yang tercatat dalam desil 6-10 tidak otomatis dapat disebut kaya. Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil merupakan ukuran relatif yang menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga dibandingkan keluarga lainnya, bukan ukuran pasti mengenai penghasilan atau kekayaan seseorang.

Arti desil 6-10 dalam bansos?

Desil 6-10 mencakup 50 persen keluarga yang berada pada kelompok kesejahteraan relatif lebih tinggi secara nasional. Setiap desil mewakili sekitar 10 persen keluarga yang telah diurutkan berdasarkan karakteristik sosial ekonominya.

Dalam pengelompokan DTSEN, desil 6 berada tepat di atas separuh keluarga dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan peringkat kesejahteraan tertinggi.

Berikut penjelasan arti desil 6 hingga desil 10:

DesilPosisi kesejahteraan keluarga
Desil 6Kelompok 50-60 persen dalam urutan kesejahteraan, berada di atas posisi tengah.
Desil 7Kelompok 60-70 persen dalam urutan kesejahteraan.
Desil 8Kelompok 70-80 persen dalam urutan kesejahteraan.
Desil 9Kelompok 80-90 persen dalam urutan kesejahteraan.
Desil 10Kelompok 10 persen keluarga dengan peringkat kesejahteraan tertinggi.

Pengelompokan tersebut tidak menetapkan batas penghasilan tertentu untuk setiap desil. Artinya, keluarga dengan penghasilan bulanan yang sama belum tentu berada pada kelompok desil yang sama karena kondisi sosial ekonomi mereka dapat berbeda.

BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan berdasarkan sejumlah karakteristik keluarga. Penilaiannya mempertimbangkan kondisi tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, penggunaan listrik, sumber air minum, komposisi keluarga, serta variabel sosial ekonomi lainnya.

Perbedaan desil 1-5 dan desil 6-10

Perbedaan utama antara desil 1-5 dan desil 6-10 terletak pada posisi kesejahteraan keluarga dalam DTSEN serta prioritas penerimaan bantuan sosial pemerintah.

Kelompok desil 1-5 mencakup separuh keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah. Sementara itu, desil 6-10 merupakan separuh keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi.

Dalam penyaluran bansos yang dikelola Kementerian Sosial, prioritas bantuan tidak diberikan secara merata kepada seluruh kelompok desil. Setiap program memiliki ketentuan penerima yang berbeda.

Berdasarkan keterangan pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, keluarga yang berada dalam desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako atau BPNT. Sementara itu, keluarga pada desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Dengan ketentuan tersebut, keluarga pada desil 6-10 tidak termasuk kelompok prioritas untuk diusulkan dalam program PKH dan BPNT. Meski demikian, penentuan penerima program perlindungan sosial lainnya tetap mengikuti persyaratan masing-masing program.

Apakah desil 6-10 bisa menerima bansos?

Keluarga yang masuk desil 6-10 pada umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos reguler PKH dan BPNT. Kedua program tersebut diarahkan kepada keluarga dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah, khususnya desil 1-4.

Meski demikian, angka desil bukan satu-satunya penentu kelayakan seluruh bantuan pemerintah. BPS menjelaskan bahwa informasi desil digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing.

Begitu pula dengan keluarga yang berada pada desil 1-4. Status tersebut tidak secara otomatis menjamin seseorang menerima bansos karena masih terdapat persyaratan administratif, verifikasi kelayakan, dan ketentuan penerima bantuan yang harus dipenuhi.

Oleh karena itu, masyarakat perlu membedakan antara status desil dalam DTSEN dan status kepesertaan bansos. Keduanya merupakan informasi yang saling berkaitan, tetapi tidak memiliki arti yang sama.

Cara cek desil bansos menggunakan NIK KTP

Masyarakat dapat memeriksa informasi kesejahteraan keluarga melalui layanan Cek Bansos Kementerian Sosial. Pengecekan dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Berikut langkah-langkah pengecekannya:

  1. Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id melalui browser HP atau komputer.
  2. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP pada kolom pencarian.
  3. Ketik kode verifikasi yang ditampilkan pada halaman.
  4. Klik tombol “Cari Data”.
  5. Periksa informasi yang tersedia pada hasil pencarian, termasuk status desil dan penerimaan bansos jika ditampilkan.

Informasi pada layanan tersebut bersumber dari DTSEN yang digunakan pemerintah untuk mendukung penetapan sasaran program perlindungan sosial.

Bagaimana jika desil 6-10 tidak sesuai kondisi ekonomi?

Masyarakat yang merasa posisi desil keluarganya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data melalui saluran resmi pemerintah.

Sebagai contoh, keluarga yang mengalami penurunan kemampuan ekonomi tetapi masih tercatat pada desil tinggi dapat menyampaikan perubahan kondisi sosial ekonominya agar dilakukan pemeriksaan dan pemutakhiran.

Pengajuan pembaruan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial setempat, maupun aplikasi Cek Bansos. Masyarakat perlu memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya untuk mendukung proses verifikasi.

Setelah data diperbarui, BPS akan melakukan penghitungan kembali berdasarkan informasi sosial ekonomi yang tersedia. Pengajuan tersebut tidak menjamin angka desil langsung berubah karena hasilnya tetap ditentukan melalui proses pemeringkatan kesejahteraan.

Dengan demikian, desil 6-10 tidak berarti setiap keluarga dalam kelompok tersebut memiliki penghasilan tinggi atau tergolong kaya. Angka tersebut menunjukkan posisi kesejahteraan relatif yang digunakan pemerintah sebagai dasar penentuan prioritas berbagai program, termasuk bantuan sosial.