Royal Mint mencatat kenaikan minat terhadap emas dan perak pada kuartal III 2026, meski inflasi berlanjut dan imbal hasil obligasi lebih tinggi. Permintaan terhadap produk perak dan platinum bahkan mencatat pertumbuhan yang lebih besar dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Produsen global logam mulia dan barang koleksi mewah itu melaporkan kenaikan pendapatan dari pembelian koin emas sebesar 21% pada Juli hingga September dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk periode sembilan bulan pertama 2026, pendapatan tersebut tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
| Produk | Periode perbandingan | Perubahan |
|---|---|---|
| Koin emas | Juli–September 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya | Naik 21% |
| Koin emas | Sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025 | Naik 10% |
| Perak batangan | Sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025 | Naik 295% |
| Platinum batangan | Sembilan bulan pertama 2026 | Pendapatan naik 118% |
| Koin perak | Tiga kuartal, secara tahunan | Pendapatan naik 323% |
Royal Mint menyebut pertumbuhan tertinggi terjadi pada pembelian perak batangan, yang melonjak 295% dalam sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari platinum batangan juga meningkat 118%.
“Pendapatan dari platinum batangan juga naik 118%. Kedua logam tersebut bahkan telah melampaui total penjualan tahunan mana pun di masa sebelumnya, padahal tahun kalender masih menyisakan satu kuartal lagi,” jelas Royal Mint dalam laporannya.
Minat terhadap koin perak turut menguat. Royal Mint mencatat pendapatannya naik 323% secara tahunan (year-on-year) selama tiga kuartal.
“Angka-angka ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap perak seiring dengan upaya investor mencari berbagai cara untuk memiliki aset logam dalam bentuk fisik, termasuk melalui koin logam dari Inggris,” beber Royal Mint.
Pembeli baru bertambah
Konsultan Kekayaan Pribadi Royal Mint, Stuart O’Reilly, mengatakan permintaan emas dan perak kini datang dari kalangan yang lebih luas. Pembeli baru menyumbang 29% dari seluruh pelanggan pada kuartal tersebut, sementara jumlah pelanggan baru naik 13% dibandingkan periode April hingga Juni.
“Peningkatan jumlah pembeli baru merupakan hal yang menggembirakan. Hampir tiga dari sepuluh pelanggan yang membeli logam mulia pada kuartal ini merupakan pihak yang baru pertama kali memanfaatkan penawaran investasi logam mulia dari Royal Mint. Hal ini menunjukkan bahwa investor baru terus memasuki pasar meskipun lanskap investasi saat ini penuh tantangan,” ujar O’Reilly.
O’Reilly menyampaikan bahwa harga logam mulia diperkirakan tetap berfluktuasi. Namun, menurut dia, ketidakpastian geopolitik yang meningkat hingga akhir tahun dapat menopang permintaan yang stabil terhadap emas dan perak batangan sebagai aset aman (safe-haven).
Ia juga menyebut sejumlah hal yang dapat memengaruhi sentimen investor pada kuartal terakhir 2026, termasuk Anggaran Pemerintah Inggris, pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat, serta ketidakpastian suku bunga.
“Melihat ke depan, kuartal terakhir tahun 2026 dapat menghadirkan volatilitas pasar lebih lanjut. Anggaran Pemerintah Inggris, pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat, serta ketidakpastian yang terus berlanjut seputar suku bunga, semuanya berpotensi memengaruhi sentimen investor dan permintaan terhadap logam mulia,” bebernya.









