Pendidikan

PIMNAS 2026 Resmi Dibuka di Undip, Diikuti Lebih dari 400 Tim dari 100 Kampus

PIMNAS 2026 resmi dibuka di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 3 November. Lebih dari 400 tim mahasiswa bersaing dalam 9 kategori.

PIMNAS 2026 Resmi Dibuka di Undip, Diikuti Lebih dari 400 Tim dari 100 Kampus

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 resmi dibuka di Auditorium Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026). Kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut diikuti lebih dari 400 tim mahasiswa dari sekitar 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Pembukaan PIMNAS 2026 berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan peserta, dosen pendamping, pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, secara resmi membuka penyelenggaraan PIMNAS ke-39 yang berlangsung pada 2–7 November 2026.

Ajang tahunan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan, dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak.”

PIMNAS menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sekaligus menunjukkan karya penelitian dan inovasi yang dikembangkan selama mengikuti program tersebut.

Pada penyelenggaraan tahun ini, para peserta akan memperebutkan penghargaan dalam sembilan kategori utama yang disiapkan oleh penyelenggara.

Rektor Undip tekankan pentingnya inovasi mahasiswa

Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam sambutannya pada pembukaan PIMNAS 2026, Suharnomo menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui penelitian dan inovasi.

Ia menegaskan bahwa kampus perlu menjadi problem solver bagi masyarakat serta memberikan contoh dalam mendukung kemajuan bangsa.

Pesan tersebut sejalan dengan tema PIMNAS ke-39 yang menempatkan inovasi mahasiswa sebagai bagian dari upaya pembangunan nasional.

Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada bidang teknologi, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Suharnomo juga menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi untuk memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Penyelenggaraan PIMNAS diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi akademik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan jejaring antarkampus.

Pembukaan PIMNAS 2026 dimeriahkan defile peserta

Rangkaian pembukaan PIMNAS ke-39 berlangsung di Auditorium Prof. Soedarto, Kampus Undip Tembalang, Semarang.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam pembukaan adalah defile peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Perwakilan kampus tampil mengenakan pakaian adat yang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyambutan peserta sebelum memasuki rangkaian kompetisi ilmiah.

Pembukaan juga dimeriahkan dengan kehadiran Genta, maskot resmi PIMNAS ke-39 yang terinspirasi dari semangat perjuangan Pangeran Diponegoro dan unsur budaya Semarang.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Rektor Universitas Hasanuddin yang menjadi tuan rumah PIMNAS pada tahun sebelumnya.

Hadir pula perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, serta dosen pendamping dari berbagai perguruan tinggi peserta.

Lebih dari 400 tim mahasiswa bersaing di PIMNAS 2026

PIMNAS ke-39 mempertemukan lebih dari 400 tim mahasiswa yang telah melalui rangkaian seleksi Program Kreativitas Mahasiswa.

Para peserta berasal dari sekitar 100 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Tim yang mengikuti kompetisi merupakan peserta PKM yang telah melewati proses penilaian dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti tingkat nasional.

Sebelum mencapai PIMNAS, mahasiswa menjalani sejumlah tahapan kegiatan yang mencakup pelaksanaan program, penyusunan laporan kemajuan, penilaian, hingga pengumpulan laporan akhir.

Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) dilaksanakan pada 14–19 September 2026.

Selanjutnya, mahasiswa menyelesaikan laporan akhir yang menjadi bagian dari tahapan evaluasi sebelum penentuan peserta PIMNAS.

Pengumuman tim yang berhak mengikuti kompetisi nasional berlangsung pada Oktober 2026.

Dalam PIMNAS, setiap tim mendapat kesempatan mempresentasikan hasil penelitian maupun inovasi yang telah dikembangkan.

Selain presentasi, peserta juga mengikuti penilaian poster ilmiah yang menampilkan ringkasan hasil kegiatan dan temuan dari masing-masing program.

Kompetisi tahun ini mencakup sembilan kategori utama yang menjadi bagian dari penilaian karya mahasiswa.

Kemdiktisaintek dorong integritas akademik dan inovasi berdampak

PIMNAS 2026 diselenggarakan melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan kreativitas dan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa.

Selain kemampuan menghasilkan inovasi, peserta juga didorong untuk menerapkan prinsip integritas akademik dalam setiap tahapan penelitian dan penyajian karya.

Integritas akademik mencakup kejujuran dalam penyusunan data, pelaporan hasil kegiatan, serta penyampaian temuan ilmiah.

Melalui penyelenggaraan PIMNAS, Kemdiktisaintek berupaya memperkuat budaya penelitian, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kompetisi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan hasil penelitian kepada kalangan akademisi dari perguruan tinggi lain.

Dengan demikian, PIMNAS tidak hanya berfokus pada perolehan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kemampuan komunikasi ilmiah dan kolaborasi antarmahasiswa.

Undip kembali menjadi tuan rumah PIMNAS setelah 12 tahun

Universitas Diponegoro kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional pada 2026.

Penunjukan tersebut tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Nomor 1644/DST/B2/DT.01.00/2026 tertanggal 14 Mei 2026.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Undip untuk menjadi tuan rumah PIMNAS.

Sebelumnya, perguruan tinggi negeri di Semarang tersebut pernah menjadi tuan rumah PIMNAS ke-11 pada 1998 dan PIMNAS ke-27 pada 2014.

Dengan demikian, PIMNAS 2026 menandai kembalinya kompetisi ilmiah nasional tersebut ke Undip setelah 12 tahun.

Sebagai penyelenggara, Undip menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari fasilitas kompetisi, akomodasi peserta, hingga sarana pendukung pelaksanaan penilaian.

Pihak kampus juga melakukan penyesuaian kegiatan akademik untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan PIMNAS ke-39.

Salah satunya melalui pengalihan sejumlah kegiatan perkuliahan menjadi daring selama periode pelaksanaan kompetisi.

Jadwal lengkap PIMNAS 2026 di Universitas Diponegoro

PIMNAS ke-39 berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan technical meeting pada Senin (2/11/2026).

Acara pembukaan resmi diselenggarakan pada Selasa (3/11/2026), bersamaan dengan dimulainya penilaian poster.

Selanjutnya, peserta mengikuti penilaian presentasi serta pameran poster pada 4–5 November 2026.

Pengumuman penghargaan dan acara penutupan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (6/11/2026).

Berikut jadwal utama PIMNAS ke-39 Tahun 2026.

TanggalAgenda
2 November 2026Registrasi peserta dan technical meeting
3 November 2026Pembukaan resmi PIMNAS ke-39 dan penilaian poster
4–5 November 2026Penilaian presentasi dan pameran poster
6 November 2026Penganugerahan penghargaan dan penutupan
7 November 2026Akhir periode pelaksanaan kegiatan

PIMNAS 2026 menjadi ajang pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan hasil penelitian, kreativitas, serta inovasi yang telah dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa.

Dengan lebih dari 400 tim yang berpartisipasi, kompetisi ini diharapkan menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.