Pendidikan

Resmi Berdiri, IABN Sriwijaya Jadi Institut Agama Buddha Negeri Pertama di RI

Kemenag meresmikan IABN Sriwijaya Tangerang sebagai institut agama Buddha negeri pertama di Indonesia lewat Perpres Nomor 50 Tahun 2026.

Resmi Berdiri, IABN Sriwijaya Jadi Institut Agama Buddha Negeri Pertama di RI
Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang (Sumber: KEMENAG)

Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi meresmikan Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang. Lembaga pendidikan ini bertransformasi dari status sebelumnya sebagai Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2026.

Perubahan status kelembagaan tersebut sekaligus menempatkan IABN Sriwijaya sebagai institut agama Buddha negeri pertama yang ada di Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan agar kampus ini bertransformasi menjadi mercusuar kearifan lokal, pusat moderasi beragama, serta benteng kebangsaan guna membentuk generasi bangsa.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena untuk pertama kalinya kita memiliki Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang. Selama ini, lembaga tersebut berstatus sekolah tinggi, dan sekarang telah ditingkatkan menjadi institut,” ujar Menag dalam acara peresmian tersebut, Rabu (21/10/2026), dikutip dari Kemenag.

Image

“Kita membutuhkan orang-orang berilmu yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai cendekiawan,” sambung Menag.

Lebih lanjut, ia menaruh harapan agar kehadiran IABN Sriwijaya mampu memperkuat peran pendidikan tinggi Buddha dalam melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas, pemahaman keagamaan mendalam, serta kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Rektor IABN Sriwijaya, Edi Ramawijaya Putra, menilai bahwa peningkatan status ini membawa amanah yang lebih besar untuk mendongkrak mutu pendidikan, memperkokoh tata kelola, serta memperluas sumbangsih perguruan tinggi bagi pembangunan nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi landasan penting untuk menghadirkan institusi yang inklusif, adaptif, dan solutif.

Image

“Perubahan bentuk kelembagaan melalui Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2026 menjadi landasan bagi IABN Sriwijaya Tangerang untuk mengembangkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” kata Rektor.

Pihaknya pun menyatakan komitmen penuh dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi. Langkah ini diarahkan untuk mencetak lulusan yang tidak sekadar unggul secara akademik, melainkan juga berintegritas tinggi, berkarakter, serta mampu menawarkan solusi atas berbagai tantangan bangsa.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.