Market

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 18.031 per Dolar AS, Pergerakan Mata Uang Global Jadi Sorotan

Rupiah dibuka melemah ke Rp 18.031 per dolar AS pada Senin 19 Oktober 2026. Dolar bergerak beragam terhadap mata uang utama dunia.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 18.031 per Dolar AS, Pergerakan Mata Uang Global Jadi Sorotan
Foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha

Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan Senin (19/10/2026). Mata uang Indonesia tersebut melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah pergerakan mata uang global yang menunjukkan arah beragam pada perdagangan Asia.

Mengacu pada data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot, rupiah turun 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 18.031 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi setelah rupiah menutup perdagangan Jumat (16/10/2026) dengan penurunan 89 poin atau 0,50 persen ke level Rp 18.027 per dolar AS.

Rupiah Tertekan pada Awal Pekan

Pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan memperlihatkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut. Meski penurunan pada Senin pagi relatif terbatas, posisi rupiah tetap menjadi perhatian pelaku pasar setelah pelemahan cukup besar pada akhir pekan sebelumnya.

Di pasar valuta asing internasional, dolar AS bergerak beragam terhadap sejumlah mata uang utama. Dikutip dari MarketScreener, dolar sedikit menjauh dari titik terendahnya pada bulan ini saat perdagangan Asia dimulai.

Indeks dolar AS tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level 101,82. Sebelumnya, indeks tersebut bergerak relatif datar di sekitar 101,83.

Perubahan nilai sejumlah mata uang utama ikut memengaruhi pergerakan dolar. Euro, misalnya, mengalami penurunan pada awal perdagangan sehingga memberikan pengaruh terhadap posisi mata uang AS di pasar global.

Euro Melemah Setelah Situasi Politik Prancis Jadi Perhatian

Euro turun 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1225 dolar AS pada awal perdagangan Asia. Penurunan mata uang Eropa tersebut terjadi setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan dalam demonstrasi yang berkaitan dengan biaya hidup.

Pernyataan Macron muncul sehari setelah Prancis mengalami salah satu periode kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Situasi politik dan sosial tersebut menjadi salah satu perkembangan yang turut diperhatikan pelaku pasar valuta asing.

Sebagai mata uang dengan bobot terbesar dalam indeks dolar AS, pergerakan euro memiliki pengaruh terhadap perubahan indeks tersebut. Pelemahan euro turut membantu menjaga posisi dolar setelah sebelumnya bergerak relatif stabil.

Yen Stabil, Dolar Australia Menguat

Sementara itu, yen Jepang bertahan di sekitar 158,00 per dolar AS. Pergerakan tersebut terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa inflasi inti Jepang saat ini sudah cukup dekat dengan target 2 persen yang ditetapkan bank sentral.

Dolar Australia justru menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi 0,6965 dolar AS. Adapun dolar Selandia Baru bergerak stagnan di level 0,5656 dolar AS.

Poundsterling Inggris juga tercatat stabil terhadap dolar AS pada posisi 1,3329 dolar AS.

Perbedaan arah pergerakan mata uang tersebut menunjukkan dinamika pasar valuta asing pada awal pekan. Bagi rupiah, perkembangan dolar AS dan mata uang utama lainnya akan tetap menjadi perhatian dalam melihat arah perdagangan selanjutnya.