— Warga Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, menghadapi keresahan akibat rangkaian pencurian yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sedikitnya 10 rumah disebut telah menjadi sasaran pencurian sejak Juli hingga September 2026.

Situasi tersebut membuat warga mengambil langkah pengamanan secara mandiri dengan menggelar ronda malam bergiliran. Langkah itu dilakukan setelah sejumlah rumah kembali dibobol dan barang berharga milik penghuni dibawa pelaku. Warga berharap patroli lingkungan dapat membantu mencegah kejadian serupa sekaligus mempersempit ruang gerak pencuri.

Pencurian Berulang Terjadi di Satu Banjar

Salah seorang warga sekaligus korban, I Gusti Ngurah Putu Wira Darma, mengatakan aksi pencurian berlangsung berulang di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam periode sekitar tiga bulan, tercatat 10 kejadian pencurian di Banjar Pangkung Apit.

Menurut Wira, modus pelaku membuat warga semakin waspada. Bahkan, terdapat satu rumah yang disebut telah menjadi sasaran pencurian hingga tiga kali. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir karena pelaku masih dapat beraksi meski warga telah meningkatkan kewaspadaan.

Barang yang menjadi sasaran pencuri cukup beragam. Pelaku disebut mengincar uang tunai, perhiasan emas, dokumen penting seperti sertifikat tanah, hingga perlengkapan upacara keagamaan berupa bokoran.

Wira termasuk salah satu warga yang mengalami kerugian. Rumahnya dibobol pada 4 Agustus 2026. Dalam kejadian tersebut, ia kehilangan emas seberat 8 gram, uang tunai Rp1,9 juta, serta sertifikat tanah.

Ronda Malam Sempat Hentikan Aksi Pencurian

Setelah sejumlah rumah menjadi sasaran, warga kemudian berinisiatif melakukan ronda malam secara bergantian. Wira mengatakan kegiatan tersebut berlangsung sekitar dua pekan dan selama periode itu tidak ada pencurian baru yang terjadi.

Namun, kegiatan ronda akhirnya dihentikan karena warga menghadapi keterbatasan anggaran serta kesibukan masing-masing. Setelah penjagaan malam tidak lagi dilakukan secara rutin, aksi pencurian kembali terjadi di lingkungan tersebut.

Kasus terbaru dilaporkan terjadi di rumah seorang warga bernama Gede Suamar pada 13 September 2026. Kerugian dalam kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta, terdiri atas uang dan emas.

Kondisi itu membuat warga kembali meningkatkan kewaspadaan. Ronda malam dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat sembari menunggu proses penanganan dari kepolisian.

Wira berharap aparat segera mengungkap rangkaian pencurian tersebut dan menangkap pihak yang bertanggung jawab. Warga juga diminta tetap berhati-hati terhadap keamanan rumah, terutama pada malam hari.

Polisi Selidiki Laporan Pencurian

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan adanya rangkaian pencurian di Banjar Pangkung Apit. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap pelaku maupun rangkaian kejadian yang dilaporkan warga.

Sartika mengatakan jumlah kejadian yang diketahui kepolisian tidak sepenuhnya sama dengan informasi yang beredar di lingkungan warga. Hingga kini, baru tiga laporan pencurian yang secara resmi diterima polisi.

Menurutnya, masih terdapat korban yang belum membuat laporan kepada pihak kepolisian. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena laporan resmi dapat membantu aparat mengumpulkan informasi dan menghubungkan sejumlah kejadian yang diduga berkaitan.

Kepolisian masih mendalami kasus tersebut, sementara warga tetap melakukan pengamanan lingkungan secara swadaya. Rangkaian pencurian yang terjadi sejak Juli hingga September membuat masyarakat Banjar Pangkung Apit berharap pengungkapan kasus dapat segera dilakukan.