— Sekretaris Jenderal dan Presiden Vietnam To Lam dijadwalkan berpartisipasi dalam Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. Kehadiran delegasi Vietnam menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangan negara tersebut mengenai perdamaian, kerja sama multilateral, serta agenda pembangunan di tengah berbagai persoalan global.

Duta Besar Do Hung Viet, Kepala Misi Tetap Vietnam untuk PBB, menilai forum tahun ini berlangsung ketika dunia menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan. Konflik, perubahan iklim, bencana, ancaman pandemi, serta perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan menjadi sejumlah isu yang membutuhkan respons bersama antarnegara.

Sidang PBB Berlangsung di Tengah Tantangan Global

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 mengangkat tema “Memulihkan Kepercayaan, Memandu Transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang Efektif untuk Semua”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi hubungan internasional yang diwarnai meningkatnya ketidakpercayaan dan perbedaan kepentingan.

Duta Besar Do Hung Viet menyebut pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan masih berjalan lambat. Di sisi lain, sumber daya untuk pembangunan terus menghadapi tekanan. Pada 2025, bantuan pembangunan resmi diproyeksikan turun lebih dari 23 persen, sedangkan pengeluaran militer dunia diperkirakan mencapai hampir 2,9 triliun dolar AS.

Dalam situasi tersebut, PBB dinilai tetap memiliki posisi penting sebagai ruang pertemuan negara-negara untuk mempertahankan dialog dan mencari solusi bersama. Menurut Vietnam, tantangan lintas batas tidak dapat diselesaikan oleh satu negara secara sendiri.

Agenda Pekan Tingkat Tinggi juga mencakup sejumlah persoalan, seperti hak atas pembangunan, perubahan iklim, transisi yang adil, kenaikan permukaan laut, kesiapsiagaan pandemi, serta pelucutan senjata nuklir.

Vietnam Tegaskan Dukungan terhadap Multilateralisme

Keikutsertaan To Lam dalam forum tersebut disebut mencerminkan kebijakan luar negeri Vietnam yang menekankan kemandirian, perdamaian, persahabatan, kerja sama, serta diversifikasi hubungan internasional.

Partisipasi itu juga berlangsung pada tahun pertama penerapan Resolusi Kongres Nasional ke-14 Vietnam. Dalam fase pembangunan baru tersebut, kebijakan luar negeri dan integrasi internasional ditempatkan sebagai tugas penting dan berkelanjutan.

Vietnam melihat integrasi global sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan yang damai dan stabil sekaligus membuka ruang kerja sama baru. Negara itu juga ingin memperkuat keterhubungannya dengan perkembangan global serta meningkatkan kontribusi terhadap agenda internasional.

Di tingkat PBB, To Lam akan menyampaikan pesan mengenai pentingnya membangun kembali kepercayaan dan memperkuat kerja sama. Vietnam berharap perubahan besar dalam tatanan global dapat diarahkan untuk membuka peluang lebih luas bagi perdamaian dan pembangunan.

Fokus Vietnam pada Pembangunan 2030 dan 2045

Pesan yang dibawa Vietnam tidak hanya berkaitan dengan hubungan internasional, tetapi juga agenda pembangunan nasional. Negara tersebut memiliki tujuan strategis hingga 2030 dan 2045 dengan menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, transformasi digital, serta sumber daya manusia berkualitas sebagai pendorong pertumbuhan.

Pada saat yang sama, pembangunan manusia, budaya, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan disebut menjadi bagian dari prioritas. Agenda tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan berbagai program pembangunan yang menjadi perhatian PBB.

Vietnam juga menyatakan keinginannya untuk berkontribusi lebih aktif dalam kerja sama internasional. Negara tersebut tidak hanya ingin memperoleh manfaat dari hubungan multilateral, tetapi juga berbagi pengalaman, pengetahuan, teknologi, dan sumber daya dalam menghadapi persoalan bersama.

Melalui kehadiran di Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Vietnam berupaya menampilkan citra sebagai negara yang terbuka terhadap kerja sama internasional sekaligus mempertahankan kemandirian dalam menentukan arah pembangunannya.

Pesan utama yang dibawa delegasi Vietnam adalah pentingnya perdamaian, kerja sama, dan pembangunan sebagai fondasi menghadapi perubahan dunia. Forum PBB menjadi salah satu ruang bagi Vietnam untuk menyampaikan komitmen tersebut sekaligus memperkuat keterlibatannya dalam agenda multilateral.