Saham

BEI Pantau Saham RATU Milik Happy Hapsoro Usai Anjlok 40,8 Persen Sebulan, Investor Diminta Waspada

BEI memasukkan saham RATU milik Happy Hapsoro dalam radar UMA setelah pergerakannya disorot. Saham ini turun 40,8 persen dalam sebulan.

BEI Pantau Saham RATU Milik Happy Hapsoro Usai Anjlok 40,8 Persen Sebulan, Investor Diminta Waspada
Foto: JIBI/Bisnis/Robby Fathan

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) ke dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA) pada Kamis (22/10/2026). Saham milik pengusaha Happy Hapsoro tersebut menjadi perhatian bursa setelah menunjukkan pergerakan harga dan transaksi yang dinilai tidak biasa.

Pemantauan ini muncul ketika harga saham RATU mengalami tekanan cukup besar. Dalam sebulan terakhir, saham tersebut tercatat merosot 40,8 persen. Sementara itu, secara year to date (YtD) atau sejak awal 2026, penurunannya mencapai 74,7 persen. Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perkembangan transaksi dan informasi terbaru dari perusahaan.

BEI Cermati Pergerakan Saham RATU

Dalam pengumumannya, BEI menjelaskan bahwa penetapan UMA tidak secara otomatis menandakan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal. Langkah tersebut merupakan bagian dari pemantauan bursa terhadap aktivitas perdagangan saham yang menunjukkan pola tidak biasa.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Bursa menyatakan masih mencermati perkembangan pola transaksi saham RATU. Pemantauan dilakukan untuk meninjau aktivitas perdagangan yang dinilai berbeda dari kondisi biasanya.

Status UMA juga bukan keputusan yang secara langsung menyatakan suatu saham melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, investor tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi, termasuk penjelasan yang mungkin disampaikan perusahaan atas permintaan konfirmasi dari bursa.

Investor Diminta Memperhatikan Keterbukaan Informasi

BEI mengingatkan investor agar tidak hanya berpatokan pada perubahan harga saham ketika mengambil keputusan investasi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jawaban emiten terhadap permintaan konfirmasi yang disampaikan bursa.

Investor juga diharapkan mempelajari kinerja perusahaan serta mencermati keterbukaan informasi yang tersedia. Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi bisnis dan perkembangan terbaru emiten di tengah pergerakan saham yang berfluktuasi.

Selain itu, BEI meminta investor meninjau kembali rencana aksi korporasi atau corporate action apabila belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berbagai kemungkinan yang dapat terjadi pada masa mendatang juga perlu dipertimbangkan sebelum keputusan investasi dibuat.

Penurunan Harga Jadi Perhatian

Penurunan saham RATU sebesar 40,8 persen dalam satu bulan dan 74,7 persen sejak awal tahun menunjukkan tekanan harga yang signifikan selama periode tersebut. Meski demikian, angka penurunan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab pergerakan saham.

Investor perlu menghindari keputusan terburu-buru hanya berdasarkan fluktuasi harga atau status UMA. Memeriksa informasi resmi, memahami risiko, dan menyesuaikan keputusan dengan profil investasi menjadi langkah penting saat menghadapi saham dengan pergerakan tidak biasa.