Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mulai sesi I, Rabu (21/10/2026). Kebijakan ini diambil setelah kedua saham mencatatkan pergerakan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.
Keputusan suspensi tersebut menjadi perhatian investor karena pergerakan harga BSWD dan MSIN menunjukkan arah yang bertolak belakang. Berdasarkan data Stockbit, saham BSWD melesat 438,3 persen dalam sebulan dan melonjak 850 persen sejak awal tahun. Sebaliknya, saham MSIN merosot 58,9 persen dalam sebulan dan terkoreksi 71,6 persen secara year to date (YTD).
BEI Hentikan Perdagangan Saham BSWD dan MSIN
Penghentian sementara perdagangan dilakukan BEI sebagai langkah pengawasan terhadap aktivitas transaksi yang mengalami perubahan harga secara signifikan. Bursa menilai tindakan tersebut diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada investor dalam mengevaluasi kondisi pasar sebelum kembali mengambil keputusan investasi.
Saham BSWD menjadi sorotan karena kenaikannya yang sangat tinggi sepanjang tahun berjalan. Lonjakan hingga 850 persen sejak awal tahun memperlihatkan perubahan harga yang tajam dalam periode perdagangan tersebut.
Di sisi lain, saham MSIN menghadapi tekanan jual yang cukup besar. Penurunan hampir 60 persen dalam sebulan dan koreksi 71,6 persen sejak awal tahun menunjukkan pelemahan harga yang signifikan.
Meski mengalami pergerakan berbeda, kedua saham tersebut sama-sama masuk dalam kebijakan suspensi BEI. Penghentian perdagangan berlaku mulai sesi pertama pada Rabu (21/10/2026).
BEI Terapkan Kebijakan Cooling Down untuk Investor
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa suspensi dilakukan dalam rangka cooling down atau memberikan waktu bagi investor untuk menilai situasi perdagangan secara lebih cermat.
“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (21/10/2026).
Melalui kebijakan tersebut, investor diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan perubahan harga saham dalam waktu singkat. Informasi mengenai kondisi perusahaan dan perkembangan transaksi perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Suspensi juga merupakan bagian dari mekanisme pengawasan bursa ketika pergerakan harga saham dinilai memerlukan perhatian khusus. Kebijakan ini tidak dengan sendirinya menjadi kesimpulan bahwa emiten telah melakukan pelanggaran.
Investor Diminta Mencermati Keterbukaan Informasi
BEI mengingatkan pihak-pihak yang berkepentingan agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan.
Informasi resmi emiten dapat menjadi salah satu acuan untuk memahami perkembangan bisnis, kondisi keuangan, maupun informasi lain yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi.
Investor juga perlu memperhitungkan risiko sebelum melakukan transaksi, terutama terhadap saham yang mengalami perubahan harga secara ekstrem. Pergerakan yang tajam, baik berupa kenaikan maupun penurunan, dapat meningkatkan ketidakpastian dalam perdagangan.
Dengan penghentian sementara saham BSWD dan MSIN, investor diharapkan memiliki waktu untuk menelaah informasi yang tersedia dan mempertimbangkan risiko secara lebih matang sebelum menentukan strategi investasi selanjutnya.









