Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) ke dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA) pada Rabu (21/10/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul pergerakan harga dan aktivitas transaksi kedua saham yang dinilai tidak biasa.
Pemantauan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena harga saham LUCY dan VKTR mengalami penurunan signifikan dalam satu bulan terakhir. Tekanan juga terlihat sejak awal tahun, ketika kedua emiten tersebut mencatatkan pelemahan harga dalam persentase besar.
LUCY dan VKTR Masuk Radar Pemantauan BEI
Dalam pengumuman resminya, BEI menjelaskan bahwa status UMA diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap pola transaksi saham yang menunjukkan aktivitas di luar kebiasaan. Meski demikian, pengumuman tersebut tidak secara otomatis menandakan adanya pelanggaran ketentuan di pasar modal.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Bursa menyatakan sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham LUCY dan VKTR. Pemantauan dilakukan untuk menelaah aktivitas perdagangan yang terjadi, terutama ketika pergerakan harga menunjukkan perubahan signifikan dalam periode tertentu.
Masuknya kedua saham ke dalam radar UMA menjadi sinyal bagi investor agar lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Status tersebut merupakan bentuk pengawasan bursa, bukan keputusan yang menyimpulkan adanya pelanggaran oleh perusahaan terkait.
Harga Saham LUCY Terjun 72,3 Persen Sebulan
Saham LUCY mencatatkan penurunan tajam dalam perdagangan selama sebulan terakhir. Berdasarkan data yang disampaikan, harga saham emiten tersebut telah merosot 72,3 persen dalam periode tersebut.
Tekanan harga bahkan lebih besar jika dilihat sejak awal 2026. Saham LUCY tercatat ambruk 81,1 persen sejak awal tahun, mencerminkan pelemahan yang signifikan dalam pergerakan sahamnya.
Kondisi tersebut membuat investor perlu memperhatikan perkembangan terbaru perusahaan, termasuk informasi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik.
Saham VKTR Turun 47 Persen dalam Sebulan
Tekanan serupa juga dialami saham VKTR. Dalam satu bulan terakhir, harga saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk telah melemah 47 persen.
Sementara itu, secara year to date atau sejak awal tahun, saham VKTR tercatat anjlok 50,5 persen. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa saham perusahaan juga menghadapi tekanan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang.
BEI mengingatkan investor untuk mencermati perkembangan transaksi kedua saham tersebut serta menunggu penjelasan perusahaan apabila terdapat permintaan konfirmasi dari bursa.
BEI Ingatkan Investor Evaluasi Risiko Investasi
Seiring pengumuman UMA, BEI meminta investor memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga disarankan menelaah kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang telah dipublikasikan.
Selain itu, rencana aksi korporasi atau corporate action perlu dikaji kembali apabila belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat muncul pada masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan langkah tersebut, pelaku pasar diharapkan dapat menilai risiko secara lebih cermat di tengah pergerakan saham yang tidak biasa.









