Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat pada perdagangan Kamis (22/10/2026), seiring membaiknya sentimen investor di pasar keuangan global. Kenaikan tersebut terjadi setelah SpaceX melaporkan kinerja keuangan kuartal III-2026 yang melampaui perkiraan pasar dan mendorong penguatan saham-saham Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 07.45 WIB, Bitcoin naik 1,56 persen ke level US$84.206 per koin atau sekitar Rp1,51 miliar, dengan asumsi kurs Rp18.030 per dolar AS. Penguatan juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama serta kapitalisasi pasar kripto global dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin Tembus US$84.000, Aset Kripto Ikut Menguat
Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,18 persen menjadi US$2,81 triliun. Sementara itu, indeks CoinDesk 20 yang mengukur kinerja 20 aset kripto terbesar mencatat kenaikan 1,45 persen.
Ethereum (ETH) turut menguat 1,3 persen menjadi US$2.477 per koin. Binance Coin (BNB) juga naik 0,84 persen ke US$747.
Mengutip Cointelegraph, Bitcoin sempat menembus US$84.000 dan mendekati US$84.600 pada Rabu (21/10/2026). Pergerakan tersebut berlangsung ketika bursa saham AS bergerak positif setelah investor merespons laporan keuangan terbaru SpaceX.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu membukukan pendapatan sebesar US$14,6 miliar pada kuartal III-2026. Angka tersebut melonjak 161 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), sekaligus sekitar 15 persen di atas ekspektasi pasar. SpaceX juga mencatatkan laba bersih US$4,4 miliar.
Kinerja tersebut membantu meredakan kekhawatiran mengenai besarnya investasi perusahaan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Wall Street Menguat, Saham Teknologi Jadi Pendorong
Penguatan sentimen turut tercermin di Wall Street pada Rabu. Nasdaq Composite naik 1,05 persen ke 26.702,86, sedangkan S&P 500 bertambah 0,58 persen menjadi 7.757,17.
Dow Jones Industrial Average juga menguat 360,21 poin atau 0,69 persen ke level 52.856,09. Kenaikan S&P 500 tersebut memperpanjang reli indeks menjadi tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Saham teknologi dan semikonduktor ikut menguat ketika minat investor terhadap sektor AI kembali meningkat. Kondisi pasar saham yang lebih positif turut memberikan dukungan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Level US$84.000 Masih Menjadi Perhatian
Dari sisi teknikal, Bitcoin berupaya mempertahankan posisinya di atas area US$84.000. Data CoinGlass yang dikutip Cointelegraph menunjukkan likuidasi posisi short di pasar kripto mendekati US$110 juta dalam kurun empat jam.
Pada grafik empat jam, BTC/USD juga berhasil menembus simple moving average (SMA) 200 periode di US$83.878, level yang terakhir ditembus pada 14 Oktober.
Meski demikian, area US$84.000 masih menjadi perhatian pelaku pasar. Analis dan trader kripto Rekt Capital menilai Bitcoin perlu mencatatkan penutupan harian di atas US$83.400 agar berpeluang menguji batas atas rentang harga terdekat.
Sebaliknya, kegagalan bertahan di area tersebut berpotensi menekan harga kembali di bawah US$82.500. Karena itu, investor perlu mencermati pergerakan harga berikutnya serta memahami risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan.









