Bisnis

Raffi Ahmad Bagikan Strategi Bangun Kekayaan untuk Anak Muda, dari Kelola Uang Hingga Investasi Rasional

Raffi Ahmad membagikan cara membangun kekayaan bagi generasi muda, mulai dari mengatur penghasilan, memilih investasi, hingga membangun bisnis.

Raffi Ahmad Bagikan Strategi Bangun Kekayaan untuk Anak Muda, dari Kelola Uang Hingga Investasi Rasional

Penghasilan tinggi tidak otomatis menjamin seseorang memiliki kondisi keuangan yang kuat. Kemampuan mengatur arus uang, menentukan pilihan investasi, serta mengembangkan usaha menjadi faktor penting agar pendapatan bisa tumbuh menjadi kekayaan dalam jangka panjang.

Pesan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia mendorong generasi muda mengubah orientasi finansial, dari sekadar mengejar pendapatan menjadi membangun sistem yang mampu menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Raffi Ahmad Tekankan Pentingnya Mengembangkan Penghasilan

Raffi menyampaikan bahwa pola pikir dalam mengelola uang perlu berkembang seiring meningkatnya pendapatan. Menurutnya, tujuan finansial bukan hanya memperoleh uang sebanyak mungkin, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan yang dapat terus berkembang.

“Dulu fokusnya mencari uang, sekarang bagaimana uang yang mencari kita,” ujar Raffi.

Ia mencontohkan perjalanan RANS Entertainment yang dibangunnya bersama Nagita Slavina. Usaha tersebut bermula dari bisnis rumahan dengan empat pegawai, sebelum berkembang hingga mempekerjakan sekitar 500 karyawan.

Perkembangan RANS, menurut pesan yang disampaikan Raffi, menggambarkan bahwa pertumbuhan usaha dapat memberikan manfaat lebih luas daripada keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka kesempatan bagi orang lain.

Raffi turut menyoroti pentingnya membangun tim yang solid. Ia menilai keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga kolaborasi, kepercayaan, dan integritas seluruh pihak yang terlibat.

“Tidak ada Superman, yang ada Superteam,” katanya.

Tiga Prinsip Mengelola Keuangan dan Investasi

Dalam sesi Empowering Youth, Driving Growth, Raffi menyoroti sejumlah hal yang dapat menjadi dasar pengelolaan keuangan generasi muda.

Pertama, pendapatan perlu dibagi secara terencana untuk kebutuhan harian, dana darurat, perlindungan, pengembangan diri, dan investasi jangka panjang. Pemahaman mengenai perbedaan penghasilan atau income dengan kekayaan atau wealth juga dinilai penting agar seseorang tidak sekadar berfokus pada besarnya gaji.

Kedua, keputusan investasi harus didasarkan pada pemahaman terhadap instrumen, legalitas, dan risiko. Raffi mengingatkan anak muda agar tidak mudah mengikuti tren atau mengambil keputusan karena fear of missing out (FOMO).

Ketiga, pengembangan karier dan bisnis perlu disertai kejujuran serta tanggung jawab. Reputasi dan kredibilitas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan mitra maupun pelanggan.

Prinsip Berkah Dulu, Baru Kaya

Raffi juga memperkenalkan prinsip “berkah dulu, baru kaya”. Baginya, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada pencapaian materi, tetapi turut mencakup manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan sekitar.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan membangun usaha maupun karier tidak selalu berjalan sesuai rencana. Penolakan dan kegagalan dapat menjadi bagian dari proses belajar selama seseorang bersedia mengevaluasi diri dan mencoba kembali.

“Jangan pernah menganggap diri gagal, melainkan gunakan sudut pandang belum berhasil atau belum rezeki,” tutur Raffi.

Pesan tersebut menempatkan ketahanan mental, pengelolaan keuangan, dan integritas sebagai bagian dari proses membangun masa depan. Kekayaan tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan menjaga stabilitas finansial, mengembangkan peluang, serta menciptakan dampak positif bagi orang lain.