Topik.id — Aksi pengalihan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada PT Jhonlin Baratama membuat portofolio investasi Haji Isam di pasar modal Indonesia kembali menjadi perhatian. Transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham atau sekitar 30 persen dari total saham Bayan Resources.
Langkah ini memperluas eksposur Haji Isam di sektor yang berkaitan dengan komoditas dan sumber daya alam. Selain BYAN, sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia juga memiliki keterkaitan kepemilikan dengan Haji Isam, baik secara langsung maupun melalui entitas keluarga dan perusahaan holding.
Jhonlin Baratama Menjadi Pembeli Saham BYAN
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.
Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan yang tercantum dalam perjanjian.
PT Jhonlin Baratama sendiri merupakan perusahaan kontraktor dan penyedia jasa pertambangan batu bara yang didirikan pada 2003. Perusahaan tersebut menjadi salah satu fondasi utama perkembangan bisnis Jhonlin Group yang dikaitkan dengan Haji Isam.
JARR Jadi Emiten Utama Jhonlin Group
Di pasar saham, salah satu perusahaan yang paling jelas terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Emiten ini bergerak dalam perkebunan kelapa sawit dan pengolahan biodiesel.
JARR telah tercatat di BEI sejak 2022. Berdasarkan data per Agustus 2026, Jhonlin Group menguasai sekitar 84,64 persen saham JARR sehingga menempatkan kelompok usaha tersebut sebagai pemegang saham pengendali.
Eksposur JARR juga membuat portofolio pasar modal Haji Isam berkaitan erat dengan rantai bisnis kelapa sawit dan energi berbasis bahan bakar nabati.
PGUN Dikendalikan Melalui Entitas Keluarga
Nama lain yang masuk dalam daftar saham terafiliasi dengan Haji Isam adalah Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Emiten ini menjalankan bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Kepemilikan terhadap PGUN tidak dilakukan secara langsung oleh Haji Isam, melainkan melalui entitas yang terafiliasi dengan keluarganya. PT Araya Agro Lestari tercatat memiliki 38,44 persen saham, sedangkan PT Citra Agro Raya menguasai 38,25 persen saham PGUN per Agustus 2026.
Dengan gabungan kepemilikan tersebut, entitas yang terafiliasi dengan keluarga Haji Isam menguasai lebih dari 85 persen saham PGUN.
PACK Menjadi Kepemilikan Minoritas Signifikan
Portofolio lainnya terdapat pada PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Per September 2026, Haji Isam tercatat memiliki 21,12 persen saham PACK secara langsung.
Dengan porsi tersebut, Haji Isam berada dalam posisi sebagai pemegang saham minoritas signifikan. Kepemilikan tersebut belum menjadikannya sebagai pemegang saham pengendali PACK.
TEBE Berada Di Bawah Kendali Holding
Haji Isam juga memiliki keterkaitan dengan PT Dana Brata Luhut Tbk (TEBE) melalui PT Dua Samudera Perkasa. Entitas tersebut menjadi salah satu perusahaan holding yang berada dalam jaringan bisnisnya.
Porsi kepemilikan pada TEBE tercatat mencapai 76,91 persen per September 2026. Dengan persentase tersebut, posisi Haji Isam melalui entitas terkait berada sebagai pengendali utama perusahaan.
BYAN Menambah Eksposur Di Sektor Batu Bara
Masuknya BYAN ke dalam daftar portofolio menjadi perkembangan terbaru dalam struktur kepemilikan saham yang berkaitan dengan Haji Isam. Melalui Jhonlin Baratama, rencana pengalihan mencakup sekitar 30 persen saham Bayan Resources.
Dengan demikian, daftar perusahaan terbuka yang memiliki keterkaitan dengan Haji Isam mencakup JARR, PGUN, PACK, TEBE, serta BYAN. Namun, khusus BYAN, transaksi tersebut masih harus melalui pemenuhan kondisi pendahuluan sebelum penyelesaiannya dapat dilakukan secara penuh.
