Saham

Amman Mineral (AMMN) Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Buyback Saham

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan rencana buyback saham senilai hingga Rp 1 triliun mulai 22 Oktober 2026.

Amman Mineral (AMMN) Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Buyback Saham
Kegiatan pertambangan di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (Sumber: dok. amman)

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.

Rencana pembelian kembali saham ini disampaikan manajemen AMMN melalui keterbukaan informasi pada Kamis (22/10/2026). Perseroan memastikan seluruh kebutuhan pendanaan untuk menjalankan aksi korporasi tersebut akan bersumber dari kas internal perusahaan.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana untuk pembelian kembali saham telah mempertimbangkan kebutuhan keuangan perseroan, sehingga pelaksanaannya diharapkan tidak mengganggu aktivitas bisnis yang sedang berjalan.

“Biaya pelaksanaan pembelian kembali saham akan didanai melalui saldo kas internal perseroan, tanpa memengaruhi kegiatan operasional perseroan,” terang manajemen AMMN dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/10/2026).

Rincian Anggaran Buyback Saham AMMN

Dalam keterbukaan informasi tersebut, AMMN mengalokasikan anggaran maksimal Rp1 triliun untuk pelaksanaan pembelian kembali saham. Nilai itu setara dengan sekitar US$55,54 juta berdasarkan asumsi kurs Rp18.006 per dolar Amerika Serikat.

Anggaran tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi pembelian saham di pasar, melainkan juga mencakup berbagai pengeluaran yang berkaitan dengan pelaksanaan transaksi.

Manajemen memperkirakan biaya transaksi, jasa perantara, serta pengeluaran lainnya mencapai sekitar Rp2 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 0,20% dari keseluruhan anggaran yang disiapkan perseroan.

“Biaya tersebut termasuk biaya transaksi, biaya perantara dan biaya lain yang terkait dengan pembelian kembali saham yang diperkirakan sebesar Rp2 miliar atau sekitar 0,20%,” jelas manajemen AMMN.

Dengan demikian, alokasi maksimal Rp1 triliun sudah memperhitungkan kebutuhan biaya pendukung selama proses pembelian kembali saham berlangsung.

Jumlah Saham yang Akan Dibeli Kembali

Selain mengungkap nilai anggaran, AMMN turut menyampaikan perkiraan jumlah saham yang berpotensi dibeli kembali selama periode pelaksanaan buyback.

Berdasarkan harga saham yang menjadi acuan pada tanggal keterbukaan informasi, perusahaan memperkirakan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 0,37% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor.

Perkiraan tersebut menggambarkan batas jumlah saham yang dapat diperoleh kembali dengan mempertimbangkan alokasi dana yang telah ditetapkan.

Meski demikian, jumlah saham yang benar-benar dibeli nantinya dapat bergantung pada harga saham saat transaksi berlangsung serta realisasi penggunaan anggaran selama periode pembelian kembali.

Adapun pelaksanaan buyback direncanakan berakhir pada 22 Januari 2027. Selama periode tersebut, AMMN memiliki kesempatan untuk merealisasikan pembelian kembali saham sesuai dengan rencana dan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini menjadi salah satu aksi korporasi AMMN pada penghujung 2026, dengan komitmen pendanaan yang seluruhnya mengandalkan ketersediaan kas internal tanpa mengganggu kegiatan operasional perseroan.