Saham

IHSG Menguat 1,12% ke 5.387,9, Saham ASMI dan ENAK Melonjak Hingga 35% pada Kamis 22 Oktober

IHSG naik 1,12% ke level 5.387,9 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Saham ASMI, ENAK, BUKK, AYLS, dan PNSE masuk jajaran top gainers.

IHSG Menguat 1,12% ke 5.387,9, Saham ASMI dan ENAK Melonjak Hingga 35% pada Kamis 22 Oktober
Foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau setelah menguat 59,5 poin atau 1,12% ke level 5.387,9. Kenaikan indeks terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak positif dan penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah saham mencatat kenaikan tajam, bahkan lima emiten menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) memimpin penguatan dengan lonjakan 35% menjadi Rp 27 per saham, disusul PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) yang naik 34,81% ke Rp 182.

Mayoritas Saham Menguat pada Penutupan Bursa

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 489 saham menguat, sedangkan 216 saham melemah dan 258 saham tidak mengalami perubahan. Nilai transaksi di pasar saham domestik mencapai Rp 16,15 triliun.

Di kelompok saham LQ45, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu pencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 10,76% ke harga Rp 1.390.

Selain ASMI dan ENAK, saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) melonjak 25% menjadi Rp 200. Kenaikan sebesar 25% juga dicatat PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) ke level Rp 1.225 dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) menjadi Rp 700.

Sementara itu, saham PT Sentul City Tbk (PTSP) naik 25% ke Rp 1.800. Saham ARTA menguat 24,65% menjadi Rp 2.680, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik 24,5% ke Rp 416, sedangkan PTSN bertambah 24,46% menjadi Rp 346.

Sektor Energi Memimpin Penguatan IHSG

Hampir seluruh sektor saham berakhir di zona positif. Sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,88%, diikuti transportasi 1,64%, infrastruktur 1,28%, dan keuangan 1,25%.

Sektor kesehatan menguat 1,09%, barang baku naik 0,94%, barang konsumen primer bertambah 0,88%, dan barang konsumen non-primer meningkat 0,6%. Properti naik 0,52%, sedangkan perindustrian menguat 0,36%. Sebaliknya, sektor teknologi terkoreksi 0,66%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan pasar turut dipengaruhi respons investor terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Sentimen lain datang dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5% untuk menjaga daya tarik aset rupiah, mendorong aliran modal masuk, dan membantu stabilisasi nilai tukar.

Saham Turun hingga Hampir 7%

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham justru mengalami tekanan. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) turun 6,96% menjadi Rp 1.470, sementara PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melemah 6,93% ke Rp 4.700.

Penurunan juga dialami PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) sebesar 6,92% menjadi Rp 740 dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 6,92% ke Rp 2.960. Adapun PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) terkoreksi 6,9% menjadi Rp 108.

Pilarmas turut menyoroti kenaikan harga minyak dunia setelah serangan pesawat nirawak di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco menewaskan dua orang. Peristiwa itu memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi. Dari Amerika Serikat, pelaku pasar juga memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pekan berikutnya.