Saham

IHSG Hari Ini 22 Oktober Ditutup Menguat 1,12 Persen ke 5.387, Saham AMMN dan BREN Melonjak

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 1,12 persen pada perdagangan hari ini dengan nilai transaksi mencapai Rp15,20 triliun.

IHSG Hari Ini 22 Oktober Ditutup Menguat 1,12 Persen ke 5.387, Saham AMMN dan BREN Melonjak
Pengunjung sedang melihat pergerakan di Layar IHSG (Sumber: ANTARA)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mengakhiri perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam pada awal sesi. IHSG ditutup menguat 59,55 poin atau 1,12 persen ke level 5.387, didorong kenaikan mayoritas sektor saham dan penguatan sejumlah emiten berkapitalisasi besar.

Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG terpantau cukup fluktuatif dengan menyentuh level terendah 5.185 dan tertinggi 5.422. Aktivitas transaksi di pasar saham juga berlangsung aktif dengan total nilai perdagangan mencapai Rp15,20 triliun.

Penguatan indeks pada penutupan perdagangan kali ini menjadi perhatian karena terjadi setelah IHSG mengawali sesi pagi dengan pelemahan lebih dari 100 poin. Pada pembukaan, indeks sempat turun sekitar 1,81 persen ke posisi 5.234 sebelum berbalik arah dan bergerak ke teritori positif.

Kinerja IHSG juga menunjukkan pergerakan berbeda dibandingkan mayoritas bursa saham Asia yang mengakhiri perdagangan di zona merah. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan pasar saham domestik di tengah tekanan yang melanda sejumlah pasar regional.

Sektor Energi Pimpin Penguatan IHSG

Kenaikan IHSG pada perdagangan Kamis ditopang oleh penguatan hampir seluruh indeks sektoral. Dari sebelas sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sepuluh sektor berhasil mengakhiri perdagangan dengan kenaikan, sementara satu sektor mengalami koreksi.

Sektor energi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,88 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi yang meningkat 1,64 persen, disusul infrastruktur dengan kenaikan 1,28 persen.

Sektor keuangan turut memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks setelah mencatatkan kenaikan 1,25 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menguat 1,09 persen.

Berikut rincian pergerakan indeks sektoral pada penutupan perdagangan 22 Oktober 2026:

Sektor SahamPerubahan
Energi+1,88%
Transportasi+1,64%
Infrastruktur+1,28%
Keuangan+1,25%
Kesehatan+1,09%
Material dasar+0,94%
Konsumer nonprimer+0,88%
Konsumer primer+0,60%
Properti+0,52%
Industri+0,36%
Teknologi-0,66%

Sektor teknologi menjadi satu-satunya kelompok saham yang bergerak melemah dengan penurunan 0,66 persen. Meski demikian, koreksi tersebut tidak mampu menahan penguatan IHSG yang didukung kenaikan sektor-sektor lainnya.

Saham AMMN, BREN, dan Perbankan Melonjak

Selain dukungan sektor energi dan keuangan, kenaikan IHSG turut dipengaruhi penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan 5,61 persen dan mengakhiri perdagangan pada harga Rp3.950 per saham.

Penguatan AMMN terjadi bersamaan dengan pengumuman rencana pembelian kembali atau buyback saham oleh perseroan dengan alokasi dana maksimal Rp1 triliun. Aksi korporasi tersebut direncanakan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.

Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kenaikan lebih tinggi sebesar 7,41 persen hingga mencapai Rp2.320 per saham.

Dari kelompok perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 4,92 persen ke posisi Rp3.410. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga meningkat 4,05 persen menjadi Rp3.850.

Penguatan turut dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik 3,20 persen dan ditutup pada harga Rp2.900 per saham.

Di tengah kenaikan sejumlah saham perbankan besar tersebut, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mengalami pelemahan.

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan

Penutupan positif pada Kamis sekaligus memperpanjang penguatan IHSG setelah indeks juga mencatatkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya.

Pada Rabu (21/10/2026), IHSG ditutup naik 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328. Dengan demikian, indeks telah membukukan kenaikan selama dua hari perdagangan berturut-turut.

Meski IHSG menguat pada perdagangan Rabu, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp70,71 miliar.

Tekanan jual asing terbesar pada perdagangan tersebut terjadi pada saham BMRI dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp226,60 miliar.

Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp83,14 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp71,86 miliar.

Menariknya, BMRI yang sebelumnya menjadi salah satu saham dengan tekanan jual asing terbesar justru berhasil mencatatkan kenaikan 4,05 persen pada perdagangan Kamis.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada 22 Oktober 2026 menunjukkan adanya pembalikan arah yang cukup signifikan setelah indeks sempat tertekan pada awal perdagangan.

Kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor energi dan perbankan, menjadi penopang utama pergerakan indeks hingga berhasil bertahan di zona positif pada akhir sesi perdagangan.