Topik.id — Penyaluran bantuan sosial kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang memasuki periode Oktober hingga Desember 2026. Periode tersebut merupakan tahap 4 penyaluran bansos, sehingga masyarakat perlu mengetahui status data kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk peringkat desil yang dimiliki.
Peringkat desil dapat memberikan gambaran mengenai posisi kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan sasaran berbagai program pemerintah. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa mengetahui desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh jenis bansos. Penetapan bantuan tetap mengikuti persyaratan dan kriteria masing-masing program.
Desil Menjadi Dasar Pemetaan Penerima Bansos
Pemerintah menggunakan DTSEN sebagai salah satu basis data dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial. Di dalamnya terdapat pembagian masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dikenal dengan istilah desil.
Secara umum, desil 1 sampai 4 mencakup 40 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Kelompok tersebut menjadi sasaran utama berbagai bantuan sosial reguler, termasuk PKH dan BPNT atau Program Sembako sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, desil yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih baik. Meski demikian, posisi desil bukanlah status yang bersifat permanen. Kondisi ekonomi keluarga dapat berubah sehingga data sosial ekonomi juga perlu diperbarui secara berkala.
Hal tersebut membuat masyarakat perlu melakukan pengecekan apabila ingin mengetahui apakah data yang tercatat masih sesuai dengan keadaan keluarga saat ini.
Desil 1 hingga 4 Masuk Kelompok Sasaran
Desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kondisi ekonomi keluarga dalam kelompok ini menjadi salah satu prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial.
Desil 2 berada pada kelompok masyarakat miskin, sedangkan desil 3 mencakup kelompok yang berada pada kondisi hampir miskin dan masih rentan menghadapi tekanan ekonomi. Desil 4 mencakup kelompok rentan miskin yang kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan tiga kelompok sebelumnya, tetapi masih dapat menghadapi risiko ketika terjadi guncangan ekonomi.
Kelompok desil 1 hingga 4 secara keseluruhan mencakup 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Karena itu, kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam penentuan sasaran bansos reguler pemerintah.
Namun, status desil perlu dibaca bersama dengan kriteria program. Untuk PKH, misalnya, keluarga juga harus memiliki komponen penerima yang sesuai dengan ketentuan program.
PKH Memiliki Kriteria Penerima Tertentu
Program Keluarga Harapan atau PKH tidak diberikan hanya berdasarkan peringkat desil. Terdapat komponen tertentu yang menjadi dasar penerima manfaat.
Kelompok yang dapat menjadi sasaran PKH antara lain ibu hamil atau nifas, anak usia dini, anak sekolah pada jenjang SD, SMP dan SMA atau sederajat, penyandang disabilitas berat, serta lanjut usia berusia 60 tahun ke atas. Kelompok korban pelanggaran HAM berat juga termasuk dalam komponen yang ditetapkan dalam program.
Dengan demikian, keluarga yang berada pada desil rendah tetap perlu memenuhi ketentuan komponen PKH agar dapat ditetapkan sebagai penerima. Proses verifikasi dan pemutakhiran data juga menjadi bagian dari penentuan penerima bantuan.
Desil 5 hingga 10 Memiliki Ketentuan Berbeda
Masyarakat yang tercatat pada desil 5 berada di luar kelompok 40 persen terbawah. Kelompok ini umumnya tidak menjadi sasaran utama bansos reguler seperti desil 1 hingga 4, tetapi masih dapat masuk dalam program tertentu sesuai kriteria yang berlaku.
Salah satu bantuan yang dapat berkaitan dengan kelompok tersebut adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI JK, sesuai ketentuan program dan hasil penetapan data.
Sementara desil 6 hingga 10 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Kelompok tersebut secara umum tidak menjadi sasaran utama bantuan sosial reguler Kemensos.
Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya hanya berpatokan pada angka desil untuk menyimpulkan seluruh jenis bantuan yang dapat diterima. Setiap program memiliki mekanisme dan persyaratan tersendiri.
Cara Cek Desil Lewat Website Kemensos
Masyarakat dapat mengecek informasi desil melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos. Pengecekan dapat dilakukan menggunakan HP maupun komputer selama perangkat terhubung dengan internet.
Langkah pertama adalah membuka situs resmi Cek Bansos Kemensos. Setelah halaman terbuka, masukkan 16 digit NIK sesuai dengan data pada KTP.
Selanjutnya, isi kode captcha yang ditampilkan oleh sistem. Setelah seluruh informasi dimasukkan, pilih menu “Cari Data”. Sistem kemudian akan menampilkan informasi sosial ekonomi yang tersedia, termasuk data desil dan status kepesertaan bantuan apabila tercatat.
Masyarakat perlu memastikan NIK yang dimasukkan benar agar informasi yang muncul sesuai dengan data kependudukan.
Cek Data Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain menggunakan situs web, pemeriksaan juga dapat dilakukan melalui Aplikasi Cek Bansos. Aplikasi tersebut tersedia untuk perangkat Android dan iOS.
Pengguna dapat mengunduh aplikasi resmi, kemudian membuka menu Cek Bansos. Setelah itu, masukkan NIK sesuai data kependudukan dan jalankan proses pencarian.
Informasi yang ditampilkan dapat mencakup status penerima bantuan, peringkat desil, serta informasi penyaluran yang tercatat dalam sistem.
Pengecekan melalui aplikasi dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memantau perubahan data sosial ekonomi secara berkala.
Data Desil Bisa Diajukan Sanggahan
Apabila hasil pengecekan menunjukkan desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau usulan pembaruan data melalui layanan Cek Bansos.
Proses tersebut bertujuan agar informasi sosial ekonomi yang tercatat dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru. Masyarakat perlu menyiapkan data dan dokumen pendukung untuk memperkuat pengajuan.
Pengguna dapat masuk ke akun Cek Bansos melalui aplikasi atau layanan yang tersedia. Bagi yang belum mempunyai akun, proses registrasi dilakukan menggunakan dokumen kependudukan yang masih berlaku.
Setelah masuk, pilih bagian Profil dan cari menu “Usul Sanggah” atau opsi pembaruan data yang tersedia. Selanjutnya, pilih permintaan pembaruan data dan isi formulir sesuai keadaan keluarga sebenarnya.
Informasi mengenai kondisi sosial ekonomi perlu diisi secara benar dan terbaru. Jika sistem meminta dokumen pendukung, pengguna dapat mengunggah berkas yang diperlukan, termasuk foto kondisi rumah terkini.
Pantau Status Sebelum Penyaluran Tahap 4
Penyaluran bansos tahap 4 mencakup periode Oktober, November, dan Desember 2026. Karena data penerima dapat mengalami perubahan, masyarakat perlu memeriksa status kepesertaan secara berkala menjelang periode tersebut.
Peringkat desil dapat menjadi informasi awal untuk memahami posisi sosial ekonomi keluarga dalam DTSEN. Namun, penerimaan bansos tetap bergantung pada hasil verifikasi, kriteria program, serta penetapan pemerintah.
Jika terdapat ketidaksesuaian antara data dan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat memanfaatkan mekanisme pembaruan atau sanggahan agar informasi yang tercatat dapat dievaluasi.
Dengan memastikan data tetap akurat, masyarakat dapat mengetahui status kepesertaan dengan lebih jelas sekaligus mengurangi risiko kendala administrasi ketika proses penyaluran bantuan tahap 4 berlangsung.
