Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang perdagangan pekan ini, 19–23 Oktober 2026. Harga saham bank pelat merah tersebut melonjak 15,04% di tengah aksi beli investor domestik dan perhatian pasar terhadap kinerja keuangan perseroan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026), saham BMRI naik 1,30% ke level Rp3.900. Aktivitas transaksi juga terpantau ramai, dengan volume perdagangan mencapai 255,52 juta saham, frekuensi 36.603 kali, serta nilai transaksi sebesar Rp985,52 miliar.
Investor Domestik Borong Saham BMRI
Penguatan saham Bank Mandiri berlangsung seiring masuknya dana dari investor dalam negeri. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, BMRI membukukan pembelian bersih atau net buy investor domestik senilai Rp1,36 triliun dengan harga rata-rata Rp3.564 per saham.
Arus beli tersebut terjadi setelah saham BMRI sempat mengalami tekanan besar pada pekan sebelumnya. Pada Jumat (16/10/2026), saham Bank Mandiri terkoreksi 14,82%, mengikuti gejolak pasar setelah pengumuman MSCI mengenai dimulainya konsultasi terkait reklasifikasi Indonesia.
Pergerakan saham pada dua pekan tersebut memperlihatkan perubahan sentimen pasar terhadap BMRI. Setelah mengalami penurunan tajam, saham bank milik negara itu kembali menguat dan mencatatkan kenaikan dua digit dalam sepekan perdagangan.
Meski demikian, perkembangan harga saham tetap perlu dicermati bersama faktor fundamental perusahaan dan kondisi pasar modal secara keseluruhan.
Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 20,7%
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga kuartal III-2026. Angka tersebut tumbuh 20,7% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kredit berbasis ekosistem, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas bisnis yang terus membaik. Perseroan juga mengembangkan bisnis bullion dengan tetap memperhatikan penghimpunan dana, pengelolaan risiko, dan kualitas aset.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026. Nilai tersebut meningkat 16% yoy.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.750,2 triliun, tumbuh 17,7% yoy. Total aset Bank Mandiri juga mencapai Rp2.404,1 triliun hingga akhir kuartal III-2026, meningkat 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembagian Dividen Capai Rp50,6 Triliun
Bank Mandiri turut memperluas dukungan pembiayaan ke berbagai sektor perekonomian nasional, mulai dari pemerintah dan BUMN hingga pelaku usaha, UMKM, serta masyarakat. Salah satu upayanya dilakukan melalui pembiayaan pembangunan, layanan publik, dan kredit usaha mikro nonsubsidi yang telah menjangkau 37 provinsi.
Kinerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya perseroan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun, termasuk dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun.
Pembagian dividen mencerminkan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kekuatan modal, dan imbal hasil bagi investor. Ke depan, kinerja keuangan, perkembangan pasar, serta konsistensi pertumbuhan bisnis akan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mencermati pergerakan saham BMRI.









