PT Terang Anugrah Abadi tercatat melakukan akumulasi pembelian saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebanyak 4.350.000 lembar saham mulai 16 Oktober 2026.
Perusahaan tersebut berada di bawah kendali Ferriyady Hartadinata yang menjabat sebagai pemegang saham pengendali akhir sekaligus presiden komisaris HRTA.
Langkah korporasi ini menunjukkan komitmen serta pandangan positif jangka panjang Ferriyady terhadap fundamental perusahaan, prospek sektor emas nasional, dan ketahanan ekonomi domestik.
Aksi beli tersebut berlangsung di tengah tekanan jual yang melanda pasar saham dalam negeri akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perubahan status Indonesia oleh MSCI menjadi Standalone Market.
Berdasarkan keterbukaan informasi HRTA, berikut adalah rincian pembelian saham yang dilakukan oleh Terang Anugrah Abadi:
| Tanggal Transaksi | Jumlah Saham | Harga Per Saham |
|---|---|---|
| 16 Oktober 2026 | 4.350.000 lembar | Rp 1.615 |
| 19 Oktober 2026 | 650.000 lembar | Rp 1.505 |
Secara keseluruhan, total nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 8 miliar.
Tunjukkan Kepercayaan Lewat Aksi Nyata
Di tengah situasi pasar yang diliputi ketidakpastian, Ferriyady tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap prospek jangka panjang perseroan melalui penambahan porsi kepemilikan saham.
Ferriyady Hartadinata mengungkapkan bahwa dirinya mempunyai keyakinan penuh terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia serta prospek ke depan bagi HRTA.
“Di tengah volatilitas pasar, saya memilih menunjukkan kepercayaan tersebut melalui tindakan nyata. Sebagai pengusaha nasional, saya percaya semangat Merah Putih harus diwujudkan melalui investasi, penguatan industri dalam negeri, dan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia,” jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (22/10/2026).
Melalui langkah tersebut, HRTA berkomitmen untuk terus mendukung program hilirisasi industri emas nasional lewat penguatan sektor manufaktur serta ekspor perhiasan emas jadi bernilai tambah tinggi guna menciptakan lapangan kerja dan mendatangkan devisa.
Pada pasar domestik, emiten ini juga berperan aktif dalam memperkuat ekosistem Bullion Bank di Tanah Air lewat kolaborasi bersama PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk demi memperluas akses investasi emas.
Manajemen HRTA optimistis penguatan rantai pasok, perluasan pasar ekspor, serta sinergi bersama lembaga keuangan mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi pemegang saham.









