BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja laba PT Bank Mandiri Tbk menunjukkan pertumbuhan yang pesat serta menyimpan potensi yield dividen tertinggi jika dibandingkan dengan jajaran bank besar lainnya.
Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas, emiten berkode saham BMRI tersebut berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I-2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 24 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sekaligus memenuhi 53 persen dari estimasi sepanjang tahun 2026.
“Fee income +33% yoy jadi penopang utama. Guidance NIM bank only diturunkan ke 4,3-4,5%,” jelas BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya.
Selain performa keuangan, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti sentimen positif terkait persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mengenai rencana pembelian kembali atau buyback saham hingga senilai Rp 1,17 triliun yang berlaku sampai April 2027.
“Dengan harga saat ini (per kemarin) jauh di bawah level saat persetujuan,” papar BRI Danareksa Sekuritas.
Pihaknya juga mencatat adanya kenaikan konsisten pada rasio pembayaran dividen atau payout ratio Bank Mandiri, yakni dari 78 persen untuk tahun buku 2024 menjadi 79 persen pada tahun buku 2025.
Mengacu pada posisi harga saham BMRI di level Rp 3.280, rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PE) berada di kisaran 5,3 kali untuk estimasi tahun 2026. Dividen tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp 477 per saham, dengan estimasi yield dividen trailing mencapai 14,5 persen.
Dengan proyeksi perolehan laba bersih tahun 2026 sebesar Rp 57 triliun serta rasio pembayaran 79 persen, potensi dividen per saham atau DPS diperkirakan berada di angka Rp 485 dengan estimasi yield sebesar 14,8 persen.
Melihat berbagai capaian dan potensi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga dipatok pada level Rp 6.200.
Sebelumnya, Bank Mandiri telah merealisasikan pembagian dividen sekitar Rp 44,47 triliun yang bersumber dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp 56,3 triliun. Di samping itu, perseroan juga menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun 2026 sebesar Rp 6,16 triliun atau setara dengan Rp 66 per saham.









