Google kembangkan Starline, lebih nyata dan relevan dari Metaverse

Starline berada di garis depan perubahan, memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa yang menjembatani kesenjangan antara dunia fisik dan virtual.

Taufik author photo
Simpan
iklan
Starline | Google

Metaverse digadang-gadang sebagai teknologi di masa depan, seperti diketahui Metaverse merupakan kesatuan dari sistem internet dikonfigurasikan dalam realitas virtual bersama yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata.

Metaverse juga dikenal sebagai teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya.

Sistem Metaverse membutuhkan konsumsi teknologi yang tinggi karena Metaverse menghasilkan sebuah grafis yang kompleks dan berkualitas tinggi. Selain itu akses untuk mendapatkan alat yang mendukung metaverse membutuhkan biaya yang besar. 

Metaverse menggunakan tiga metode dasar: 

1. Avatar, pengguna dapat menciptakan avatarnya sendiri sesuai dengan keinginannya. Seperti avatar manusia dengan gender laki-laki atau perempuan lengkap dengan pakaiannya. Atau berwujud lain seperti robot, binatang dan lain-lain. 

2. Horizon merupakan dunia virtual yang dapat memilih atau membuat daerah sendiri, seperti kantor, pegunungan, tempat bermain atau tempat apapun yang ingin dituju. 

3. Aktivitas merupakan virtual engguna dapat melakukan aktivitas yang sama layaknya di dunia nyata seperti bekerja, bermain, berolahraga dan lain-lain.

Kendati begitu relevansi dari Metaverse masih belum cukup seperti apakah dunia virtual betul-betul diperlukan atau tidak dalam berkomunikasi secara alami atau beraktivitas secara nyata.

Projek Starline dikembangkan Google.

Starline | Google
Namun berbeda apa yang dikembangkan perusahaan raksasa teknologi dunia seperti Google, perusahaan yang dinahkodai Sundar Pichai itu melakukan riset guna mengembangkan projek Starline yang lebih nyata dan relevan untuk masa depan teknologi dunia. 

"Teknologi ini bekerja seperti jendela ajaib, di mana pengguna dapat berbicara, memberi isyarat, dan melakukan kontak mata dengan orang lain, seukuran aslinya dan dalam tiga dimensi," tulis Google di laman resminya, Selasa (11/10/2022).  

Dalam keterangan di halaman blog Google juga menjelaskan Starline dimulai dari kemajuan penelitian besar di seluruh pembelajaran mesin, visi komputer, audio spasial, dan sistem tampilan bidang cahaya.

Saat ini, prototipe Project Starline ditemukan di kantor Google di seluruh Amerika Serikat (AS), dengan karyawan yang menggunakan teknologi tersebut setiap hari untuk rapat, orientasi karyawan, dan membangun hubungan antar rekan kerja. 

Aktivitas antar pengguna Starline lebih alami.

Google Starline | @Blog.Google
"Hasil menunjukkan bahwa Project Starline dapat meningkatkan kehadiran, perhatian, dan produktivitas karyawan dibandingkan dengan solusi panggilan video tradisional. Orang-orang menggambarkan pengalaman itu sebagai interaksi alami, mengungkapkan betapa terhubungnya perasaan mereka dengan orang lain yang duduk di seberang mereka," tulis Google.

Presiden teknologi & inovasi di WeWork, Sccot Morey mengutarakan Starline dapat menambah nilai bisnis di sejumlah industri, dan kami tetap fokus untuk membuatnya lebih mudah diakses.

"Proliferasi model kerja hibrida menciptakan peluang baru untuk secara mendasar memikirkan kembali bagaimana kami berkolaborasi di tempat kerja," jelas Scott Morey seperti dilansir TOPIK.ID dari laman resmi Google. 

Lanjut Scott Morey Starline memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa yang menjembatani kesenjangan antara dunia fisik dan virtual

"Project Starline berada di garis depan perubahan ini, memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa yang menjembatani kesenjangan antara dunia fisik dan virtual kita. Di WeWork, kami percaya teknologi ini memiliki potensi untuk memperkaya pengalaman karyawan – membuat koneksi lebih disengaja dan bermakna," bebernya.

Seperti diketahui, hingga saat ini Google masih terus melakukan upaya percobaan berkelanjutan dengan sejumlah mitra. 

Sebelumnya, Google telah menghabiskan ratusan jam uji coba Project Starline dengan berbagai kolega antara Bay Area, New York, dan Seattle. Sejumlah perusahaan rekanan Google juga turut berkolaborasi.

Berikut video projek Starline:

Bagus, layak untuk dibagikan!
TOPIK.ID sebagai media Milenial dan Gen Z untuk publik, didukung oleh publik. Menyediakan semua konten jurnalistik modernitas secara berimbang sesuai pedoman dan tentunya gratis untuk diakses demi kesetaraan informasi di Indonesia, tanpa halaman berbayar, tanpa hoax.
iklan
Komentar

iklan

Terkini