Topik.id — Harga beras medium di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada dalam kondisi stabil meskipun wilayah tersebut mulai menghadapi periode kemarau yang berpotensi berlangsung cukup panjang. Kondisi cuaca tersebut sejauh ini belum memberikan tekanan berarti terhadap harga beras di tingkat masyarakat.
Bulog Cabang Tahuna memastikan pasokan beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga. Harga beras yang disalurkan melalui mitra Bulog juga masih mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.
Harga Beras Medium Masih Terjaga
Asisten Manager Pemasaran Bulog Cabang Tahuna, Wailan Pandeirot, mengatakan harga beras medium program SPHP yang disalurkan kepada mitra Bulog di Sangihe masih berada pada level Rp11.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memengaruhi produksi maupun distribusi pangan.
Untuk konsumen akhir, harga penjualan beras SPHP ditetapkan sebesar Rp62.500 per sak. Ketentuan tersebut masih menjadi acuan dalam penyaluran beras program pemerintah di wilayah Sangihe.
Meski demikian, harga yang ditemukan di tingkat pedagang dapat sedikit berbeda. Sebagian besar pedagang di Sangihe menjual beras dengan harga sekitar Rp60.000 per sak atau setara dengan Rp12.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya variasi harga di tingkat perdagangan, tetapi secara umum harga beras medium masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.
Bulog Pastikan Persediaan Beras Tetap Aman
Selain menjaga harga, Bulog Cabang Tahuna juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan stok selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang berlangsung dalam waktu panjang dikhawatirkan dapat memengaruhi sejumlah daerah produksi dan pada akhirnya berdampak terhadap pasokan pangan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bulog memastikan persediaan beras di Sangihe tetap dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Penguatan stok dilakukan dengan mengandalkan pasokan dari wilayah lain yang menjadi daerah pemasok.
Langkah tersebut menjadi penting karena Sangihe merupakan wilayah kepulauan yang kebutuhan pangannya tidak seluruhnya bergantung pada produksi lokal. Kelancaran pasokan dari daerah lain menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan distribusi beras di wilayah tersebut.
Bulog menyatakan pasokan dari daerah pemasok masih dapat mendukung kebutuhan masyarakat selama ketersediaan beras di wilayah tersebut tetap terjaga.
Distribusi Beras Terus Dipantau
Kondisi kemarau panjang juga membuat kelancaran distribusi menjadi perhatian. Selain memastikan stok tersedia, pemerataan penyaluran beras perlu dijaga agar pasokan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Bulog Cabang Tahuna memastikan distribusi beras tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Sangihe. Pengawasan terhadap ketersediaan dan penyaluran dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang sesuai ketentuan.
Kondisi pasokan juga akan terus dipantau seiring perkembangan cuaca dan kemampuan daerah pemasok menyediakan beras. Jika pasokan dari wilayah tersebut tetap tersedia, kebutuhan beras masyarakat Sangihe diperkirakan dapat terus dipenuhi selama periode kemarau.
Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil dan stok yang dipastikan aman, masyarakat Sangihe diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras medium. Pemerintah melalui Bulog tetap menjaga pasokan sekaligus memastikan distribusi berjalan di tengah potensi kemarau yang berlangsung lebih panjang.
