Topik.id — Sidang federal yang menjerat anggota Dewan Distrik Columbia Trayon White Sr. resmi bergulir pada Selasa. Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukum politikus Ward 8 itu mulai menyampaikan pembelaan dengan menyebut klien mereka telah dijebak dalam perkara dugaan suap.
Trayon White, yang kini berusia 42 tahun, menghadapi dakwaan federal sejak 2024. Jaksa menuduh politikus Partai Demokrat tersebut menerima uang tunai sebesar US$35.000 dari seorang kontraktor pemerintah yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun.
Pengacara Bantah White Sengaja Menerima Suap
Tim pembela White berupaya membangun argumen bahwa perkara tersebut tidak sesederhana tuduhan penerimaan uang suap. Mereka menyatakan anggota Dewan D.C. itu menjadi sasaran sebuah operasi yang pada akhirnya membuatnya berada dalam posisi sebagai terdakwa.
Kasus ini bermula dari hubungan White dengan seorang kontraktor pemerintah. Sosok tersebut telah dikenal White selama beberapa tahun dan pada saat transaksi yang dipermasalahkan berlangsung, ia diketahui bekerja sebagai informan FBI.
Informasi mengenai status kontraktor tersebut sebagai informan menjadi salah satu bagian penting dalam perkara. Pemerintah federal menuduh White menerima pembayaran tunai yang berkaitan dengan pengaruhnya sebagai anggota Dewan D.C.
Namun, kubu White memiliki pandangan berbeda. Mereka berusaha meyakinkan juri bahwa tindakan kliennya perlu dilihat dalam konteks interaksi yang telah berlangsung sebelumnya dan bukan semata-mata sebagai transaksi suap yang direncanakan.
Kasus Berawal dari Dugaan Penerimaan US$35.000
White didakwa pada 2024 setelah penyidik federal mengembangkan kasus yang berkaitan dengan dugaan pemberian uang kepada anggota Dewan D.C. Jaksa menuduh total pembayaran yang diterima White mencapai US$35.000 dalam bentuk uang tunai.
Sebagai anggota Dewan Distrik Columbia yang mewakili Ward 8, White memiliki posisi politik yang membuat kasus tersebut mendapat perhatian luas. Dakwaan federal terhadapnya kemudian membawa perkara ke meja persidangan setelah proses hukum berlangsung sejak 2024.
Di sisi lain, pembelaan White menempatkan status kontraktor tersebut sebagai informan FBI dalam sorotan. Pengacara berargumen bahwa klien mereka telah menjadi korban sebuah skenario yang dirancang untuk menjeratnya.
Sidang yang dimulai Selasa menjadi tahap penting untuk menguji masing-masing versi tersebut. Jaksa akan berupaya menunjukkan bukti yang mendukung tuduhan bahwa White menerima uang sebagai imbalan atas tindakan atau pengaruhnya sebagai pejabat publik.
Sementara itu, tim pembela akan berusaha meruntuhkan konstruksi perkara dan mempertahankan klaim bahwa White tidak melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan.
Putusan akhir nantinya akan bergantung pada bukti dan kesaksian yang dipaparkan selama persidangan. Sampai pengadilan menjatuhkan keputusan, White tetap berstatus sebagai terdakwa dan tuduhan terhadapnya belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.
