— Sebuah video yang merekam aksi perselisihan antara pengemudi taksi online dan dua penumpang perempuan mendadak viral di media sosial. Keributan tersebut terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan berawal dari pesanan perjalanan menggunakan layanan hemat.

Dua penumpang perempuan itu berencana melakukan perjalanan dari Stasiun Tebet menuju kawasan Hangtuah. Salah satu korban membagikan rekaman insiden tersebut melalui akun Threads dan Instagram pribadinya @desifyul.

Ketegangan sebenarnya sudah mulai terasa bahkan sebelum kedua penumpang masuk ke dalam mobil. Korban sempat menghubungi pengemudi melalui telepon guna memastikan apakah orderan mereka diambil.

Namun, jawaban yang diterima justru memicu ketidaknyamanan. Korban menyebut sang pengemudi merespons dengan nada tinggi dan meminta agar posisinya dipantau langsung melalui aplikasi peta.

“Permasalahannya bermulai dari gue telepon dia, mau ambil orderan enggak. Habis itu dia ditelepon udah agak nyolot dengan bilang, ‘Lihat aja di Maps, kan gue lagi jalan ke sana’,” ujar korban dalam video yang diunggahnya.

Perdebatan Soal Tarif di Dalam Mobil

Kendati komunikasi awal kurang menyenangkan, kedua penumpang tetap melanjutkan perjalanan dan masuk ke dalam armada yang dipesan. Kendati demikian, masalah kembali pecah di tengah jalan ketika pengemudi mempermasalahkan tarif yang menggunakan layanan hemat.

Pengemudi tersebut menyatakan keberatan terkait nominal pendapatan yang akan diterimanya dari pesanan tersebut. Perbincangan yang memanas akhirnya berujung pada adu mulut di sepanjang perjalanan.

“Ini udah pakai GoCar-nya yang hemat, gue cuma dapat berapa, aturan enggak usah banyak ribet,” ucap pengemudi tersebut saat menirukan percakapan dalam kendaraannya.

Dipaksa Turun Sebelum Sampai Tujuan

Alih-alih mengantar sampai ke lokasi akhir di Hangtuah, pengemudi justru memaksa kedua penumpang untuk membatalkan pesanan dan keluar dari kendaraan secara sepihak.

Kedua korban akhirnya terpaksa turun di tengah jalan ketika kendaraan masih berada di sekitar kawasan Tebet, tidak jauh dari titik awal penjemputan.

Korban menjelaskan bahwa lokasi penurunan terjadi saat mobil hendak mengarah ke jalur layang atau flyover Kokas.

“Dituruninnya tuh belum jauh dari Stasiun Tebet, baru mau naik ke arah Flyover Kokas, persisnya nama tempatnya nggak ngeh tapi dekat plang jalan ke atas Kokas,” ungkap korban.

Desakan agar penumpang segera membatalkan pesanan terus dilontarkan oleh pengemudi dengan nada tinggi. Berdasarkan rekaman video, pengemudi terdengar berulang kali menyuruh korban keluar.

“Ya lu gua udah bilang, cancel-cancel! Tadi di telepon ‘Cabut, cabut, cabut, cabut! Cabut! Cabut!” kata pengemudi dalam rekaman.

Selain mendesak pembatalan, korban menyatakan bahwa pengemudi juga mengeluarkan kata-kata kasar. Merasa terancam dengan situasi tersebut, kedua penumpang memilih menuruti perintah turun dan langsung mengabadikan pelat nomor kendaraan sebagai barang bukti.

Tindakan Tegas Aplikator

Selepas insiden pemaksaan tersebut, korban mendapat pertolongan dari pengemudi ojek online lain yang mangkal di sekitar lokasi kejadian. Mereka kemudian diarahkan untuk segera melapor kepada pihak aplikator.

Selain meminta sanksi bagi oknum pengemudi, korban turut mempertanyakan sistem tarif layanan hemat yang menjadi akar permasalahan. Laporan tersebut pun langsung mendapat respons cepat dari manajemen perusahaan.

Head of Media Relations GoTo Group Amanda Valani menyatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi terberat kepada pengemudi yang bersangkutan. Bentuk hukuman yang diberikan berupa pemutusan kemitraan secara permanen, sehingga yang bersangkutan resmi kehilangan haknya sebagai mitra layanan GoCar.