Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi, 29 Oktober 2026, setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski keputusan tersebut sesuai dengan perkiraan pasar, perbedaan pendapat di antara para pejabat bank sentral membuat investor tetap mencermati arah kebijakan moneter berikutnya.
Data CoinMarketCap pada pukul 06.50 WIB menunjukkan Bitcoin naik 0,41% ke level US$81.208,86 per koin. Dengan asumsi kurs Rp18.131 per dolar AS, harga aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut setara dengan sekitar Rp1,47 miliar. Penguatan ini berlangsung ketika pelaku pasar masih menimbang risiko inflasi dan peluang perubahan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Kapitalisasi Pasar Kripto Ikut Bertambah
Kenaikan Bitcoin terjadi bersamaan dengan penguatan pasar aset digital secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 0,64% dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,72 triliun.
Indeks CoinDesk 20, yang menggambarkan pergerakan 20 aset kripto terbesar, juga mencatat kenaikan sebesar 0,69%. Sejumlah aset digital utama lainnya bergerak di zona hijau.
Ethereum (ETH) menguat 0,25% ke harga US$2.355. Sementara itu, Binance Coin (BNB) mencatat kenaikan lebih besar, yakni 1,83%, sehingga diperdagangkan pada level US$758.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Namun, perubahan harga aset kripto tetap dapat berlangsung cepat seiring respons investor terhadap perkembangan ekonomi dan sentimen pasar.
Perbedaan Suara Pejabat The Fed Jadi Perhatian
Mengutip Pluang, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Keputusan tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil 10 berbanding 2.
Dua pejabat tidak sependapat dengan keputusan mayoritas dan menginginkan kenaikan suku bunga. Perbedaan pandangan itu berkaitan dengan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dinilai masih perlu mendapat perhatian.
Bitcoin merespons keputusan tersebut secara terbatas dan bergerak di sekitar US$81.000. Respons ini mengindikasikan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga sebelumnya telah diperhitungkan oleh pasar. Meski begitu, sikap hati-hati bank sentral tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga berikutnya.
Prospek Bitcoin di Tengah Ketidakpastian
Investor kini mencermati kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga pada Desember. Apabila kekhawatiran inflasi terus memengaruhi keputusan The Fed, ekspektasi pasar terhadap biaya pinjaman dan aset berisiko dapat berubah.
Di sisi lain, Bitcoin masih diperdagangkan sekitar sepertiga di bawah level tertingginya pada 2025. Situasi tersebut menunjukkan bahwa harga aset ini belum kembali ke puncak sebelumnya, meskipun minat investor institusi terhadap Bitcoin masih terlihat.
Menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, pelaku pasar juga menghadapi ketidakpastian tambahan. Perkembangan inflasi, sinyal kebijakan The Fed, dan sentimen investor akan menjadi sejumlah faktor yang terus diperhatikan dalam menentukan arah perdagangan Bitcoin selanjutnya.









